Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364512{main}( ).../news-detail.php:0
Tipe Neraca Laboratorium dan Manufaktur serta Cara Maintenance-nya

Tipe Neraca Laboratorium dan Manufaktur serta Cara Maintenance-nya

Monday, 29 June 2026

Neraca adalah instrumen yang sangat krusial dalam bidang uji laboratorium. Terdapat berbagai macam dan model neraca yang telah beredar di pasaran, namun dalam hal pengujian laboratorium umumnya yang digunakan adalah neraca dengan kapasitas kecil dan sedang. Mikro - semi microbalance, analytical balance dan precision balance adalah contoh - contoh tipe neraca yang sangat populer dan banyak digunakan untuk kebutuhan uji laboratorium. Timbangan - timbangan ini dibagi menjadi golongan kelas I, II, III, dan IIII berdasarkan OIML dan Keputusan Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nomor 131/SPK/KEP/10/2015.

Secara umum neraca digunakan untuk menimbang bobot secara pasti, membantu menentukan kadar suatu parameter yang terkandung dalam sampel, dan memastikan jumlah satuan dari sampel yang ditimbang. Neraca diaplikasikan hampir di segala bidang, baik itu aplikasi pangan olahan, pakan hewan, farmasi, biomedis, chemical, polimer, dan seterusnya, termasuk pada pengolahan air limbah. Wilayah penggunaannya pun beragam, ada yang digunakan untuk menimbang bahan baku, ada yang digunakan sebagai instrumen penunjang penelitian, ada pula yang digunakan untuk menunjang pengujian kualitas produk, dan ada juga yang digunakan sebagai bagian dari instrumen proses. Khusus untuk wilayah laboratorium, terdapat beberapa tipe neraca yang dijelaskan lebih rinci sebagai berikut :

 

1. Neraca Analitik (Analytical Balance)

Neraca analitik adalah salah satu tipe neraca yang wajib ada di laboratorium uji. Neraca analitik memiliki kapasitas yang tidak terlalu besar namun memiliki sensitivitas, tingkat akurasi dan tingkat presisi yang tinggi. Biasanya neraca analitik dapat membaca bobot terkecil sampel hingga 0.1 mg, atau bahkan 0.01 mg, yang tergantung pada spesifikasi readability yang tersedia pada instrumen. Biasanya, neraca ini masuk ke dalam neraca kelas I. Berdasarkan prinsip kerjanya, neraca analitik dibagi menjadi 2 model : 

A. Sistem Kompensasi Gaya Elektromagnetik (Electromagnetic Force Compensation)

Sistem Kompensasi Gaya Elektromagnetik (Electromagnetic Force Compensation) atau yang disingkat sebagai EMFC merupakan sistem fisika yang diaplikasikan pada neraca dengan dasar mempertahankan atau mencegah adanya perubahan perpindahan. Prinsip kerjanya dalam neraca adalah dengan mengukur seberapa besar gaya yang diperlukan untuk mempertahankan keadaan ‘nol’. Ketika analis menempatkan suatu objek pada pan penimbang (weighing plate), maka gaya gravitasi akan mendorongnya ke bawah. Weighing plate ditumpu oleh sistem yang menghasilkan gaya elektromagnetik dengan arah berlawanan yang menekan gaya gravitasi tersebut agar mekanisme penimbangan kembali ke posisi ‘nol’ atau null point.

Gambar 1. Prinsip Kerja Sistem Electromagnetic Force Compensation (EMFC) : 1—weighing pan, 2—parallel guide, 3—coil, 4—magnet, 5—resistor, 6—position indicator, 7—voltmeter.

 

B. Sistem Teknologi Single-Cell (Single-Cell Technology)

Sistem Single-Cell Technology adalah inovasi dari sistem EMFC yang dijelaskan sebelumnya. Perbedaannya terletak pada penggunaan material dalam sistem weighing parts yang digunakan.. Pada sistem EMFC, digunakan beberapa part seperti yang diilustrasikan pada Gambar 1. Namun pada sistem Single-cell yang digunakan adalah satu sel monolitik yang terdiri dari 1 logam dimana komponen lainnya beserta komponen elektronik akan dimasukkan ke dalamnya. Kelebihan dari sistem ini adalah dengan menghasilkan penimbangan material yang lebih stabil, hemat energi, dan lebih mudah beradaptasi dalam kasus kondisi suhu lingkungan.

Gambar 2. Neraca Analitik dan Anak Timbang

 

2. Neraca Presisi (Precision Balance)

Neraca presisi (precision balance) juga merupakan neraca yang umum digunakan di laboratorium. Biasanya, jenis neraca ini digunakan untuk penimbangan secara presisi untuk kapasitas penimbangan yang relatif lebih besar dibandingkan dengan neraca analitik. Neraca presisi pun dibagi ke dalam beberapa kelas tergantung dari spesifikasi berdasarkan mekanisme prinsip kerja dari sistem yang terdapat didalamnya, yakni menggunakan strain gauge atau sistem Electromagnetic Force Compensation (EMFC).

Sistem strain gauge berbeda dari sistem EMFC, dimana sistem EMFC lebih baik dibandingkan dengan sistem strain gauge. Prinsip kerja timbangan dengan sistem strain gauge didasarkan perubahan gaya mekanik ke energi listrik. Ketika bobot diterapkan pada strain gauge load cell, maka bentuk strain gauge akan berubah dan resistansi begitu juga dengan nilai resistansinya. Perbedaan nilai resistansi inilah yang akan dideteksi oleh detektor dan disetarakan sehingga bobot sampel yang ditimbang akan muncul pada display.

Gambar 3. Neraca Presisi (Precision Balance)

 

3. Neraca Kantong (Pocket Balance)

Pocket Balance atau neraca kantong adalah neraca yang digunakan untuk aplikasi dengan mobilitas yang relatif cukup tinggi. Pocket Balance tentu sangat ideal untuk pengoperasian yang cepat dan simpel. Umumnya pocket balance diluncurkan untuk kapasitas penimbangan kecil seperti untuk aplikasi perhitungan diet dalam aplikasi medis dan gizi, penimbangan bumbu pada aplikasi pangan, penimbangan teh atau kopi pada aplikasi minuman. Tidak hanya itu, pocket balance juga relatif dipilih untuk menimbang batu dan logam mulia. Bahkan pocket balance sering menjadi pilihan untuk wilayah - wilayah yang aliran listriknya kurang mendukung. Hal ini karena pocket balance dilengkapi dengan baterai kompartemen sehingga sumber daya yang digunakan tidak bergantung pada sumber arus listrik.

Gambar 4. Pocket Balance

 

4. Neraca Meja (Bench Balance)

Neraca Meja atau bench balance atau disebut juga sebagai bench scale merupakan timbangan dengan kapasitas yang cukup besar namun memiliki tingkat presisi yang relatif tinggi. Bench Balance biasanya dibekali dengan sistem penimbangan gauge strain dan umumnya memiliki kapasitas hingga puluhan kilogram dengan tingkat presisi 0.05 gram. Khusus bench balance beberapa tipe justru telah dibekali dengan IP protection yang dapat melindungi instrumen dari cipratan air yang relatif banyak. Sesuai dengan namanya, bench balance direkomendasikan untuk ditempatkan di meja yang kokoh dengan permukaan yang datar.

Gambar 5. Bench Balance (Timbangan Meja)

 

5. Timbangan Lantai (Floor Balance)

Memiliki prinsip kerja load cell penimbangan yang sama dengan bench balance, Floor balance atau floor scale adalah bentuk lebih lanjut dari bench balance, yang mana memiliki kapasitas yang jauh lebih besar bahkan hingga ton serta menggunakan controller yang terpisah dari weighing plate. Dengan floor balance, user dapat menimbang bahan baku ataupun material lainnya lebih mudah ketika kedatangan, bahkan juga mempermudah untuk penimbangan hasil produksi yang hendak dikirim dalam jumlah besar.
Gambar 6. Floor Balance (Timbangan Lantai)
 
 
Cara Maintenance
 
Perbedaan tipe neraca tidak hanya membedakan spesifikasi dan juga kelasnya melainkan juga cara perawatannya. Secara umur, weighing plate pada setiap neraca perlu dibersihkan secara berkala sehingga tidak ada noda ataupun residu yang tertinggal dan dapat berpotensi mempengaruhi penimbangan. Dalam hal ini, pembersihan weighing plate pada bench balance dan timbangan lantai dapat dilakukan secara langsung, yakni dengan mengelap permukaan weighing plate dengan kain lembab yang diberikan cairan pembersih yang direkomendasikan. Namun untuk membersihkan weighing plate pada pocket balance, precision balance apalagi analytical balance, weighing plate harus dilepaskan terlebih dahulu, lalu dibersihkan dengan menggunakan kuas dan bila perlu dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus.
 
Selain membersihkan weighing plate, diperlukan beberapa perlakuan untuk menjaga kualitas dan performa neraca agar tetap optimal. Beberapa perlakuan tersebut antara lain:
1. Menempatkan neraca di ruangan dan kondisi yang direkomendasikan
Umumnya neraca dapat bekerja secara optimal pada suhu kamar yakni pada rentang 24oC - 32oC dengan kelembaban kurang dari 80% (non-condensed). Khusus untuk neraca analitik seperti microbalance dan semi-microbalance, diperlukan ruangan khusus yang terisolasi dan jauh dari kebisingan maupun getaran agar keseimbangan load cell tetap terjaga. Selain itu, neraca analitik juga tidak boleh ditempatkan menghadap atau terkena sorotan AC secara langsung. Dalam pengoperasiannya, neraca analitik juga tidak diperkenankan ditempatkan di ruangan yang suhunya fluktuatif. Fluktuasi suhu dapat menyebabkan sistem kalibrasi internal terus aktif akibat penyesuaian dari load-cell, namun hal ini akan menyebabkan error jika berlangsung secara terus menerus.
 
2. Tempatkan alat neraca pada permukaan yang datar sehingga seluruh titik penyangga dari neraca seimbang satu sama lain. Tidak seimbangnya titik penyangga satu dan yang lainnya akan menyebabkan waterpass tidak berada pada bagian tengah lingkaran akurasi sehingga akan mempengaruhi tingkat akurasi dan presisi hasil penimbangan.
 
3. Memastikan level waterpass (bubble level) berada ditengah lingkaran merah Sebelum neraca digunakan. Jika level waterpass masih diluar garis akurasi, maka diperlukan adjustment agar level waterpass menjadi ideal. 
 
4. Melakukan kalibrasi dan verifikasi secara rutin dan ketika diperlukan : kalibrasi dan verifikasi sangat dibutuhkan terutama jika suatu laboratorium telah dinobatkan terakreditasi ISO 17025. Kalibrasi dapat dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun sekali atau sesuai interval yang diperlukan. Pada kasus lain, ketika instrumen dipindahkan dari tempat A ke tempat B, maka diperlukan verifikasi untuk mengetahui bahwa tidak ada pergeseran nilai yang disebabkan oleh perpindahan yang dilakukan. Kalibrasi maupun verifikasi dapat dilakukan dengan menggunakan anak timbang yang direkomendasikan dan telah terkalibrasi. Contohnya anak timbang E2 direkomendasikan untuk neraca analitik, anak timbang F1 direkomendasikan untuk neraca presisi. 
 
5. Tidak menggunakan neraca analitik untuk bahan bahan yang mengakibatkan gangguan gaya elektromagnetik seperti plastik dan jenis polimer lainnya. Jika hendak menggunakan neraca analitik untuk kebutuhan aplikasi terkait, harap konsultasikan pada supplier terkait untuk mendapatkan rekomendasi tambahan aksesoris yang dapat diterapkan pada neraca. 
 
6. Khusus untuk pengoperasian neraca analitik, user perlu mempertimbangkan bobot wadah yang digunakan untuk penimbangan dengan kapasitas neraca yang digunakan. Hal ini mencegah rusaknya load cell neraca akibat kelebihan bobot yang tidak diperhatikan oleh user yang bersangkutan.
 
Dari materi yang telah disampaikan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai macam neraca yang dapat diaplikasikan untuk kebutuhan laboratorium dan kebutuhan manufaktur. Dalam hal ini, user dapat menyesuaikan tipe neraca dengan kebutuhan yang diperlukan baik dari segi kapasitas, akurasi, tingkat ketelitian hingga fitur yang terdapat didalamnya. Tentu, penggunaan neraca serta maintenance yang baik dan benar akan mendukung optimalisasi kinerja neraca dalam kurun waktu yang cukup lama.
 
 
Referensi

Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen. 2015. Keputusan Direktorat Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Nomor 131/SPK/KEP/10/2015 tentang “Syarat Teknis Timbangan Bukan Otomatis”

Karki, Prakriti, 2022. Analytical Balance- Definition, Principle, Parts, Types, Examples, https://microbenotes.com/analytical-balance-principle-parts-types-examples/ 

OIML. 2006. OIML R 76-1 Edition 2006 (E). Non-automatic weighing instruments Part 1: Metrological and technical requirements - Tests

Rothleitner , Christian. 2018. The Planck-Balance - Using a fixed value of the Planck constant to calibrate E1/E2-weights, Measurement Science and Technology, 29 (7), https://www.researchgate.net/figure/Principle-of-a-load-cell-with-electromagnetic-force-compensation-1-weighing-pan_fig1_324374087

Previous Article

Uji Cemaran Mikroba Produk Makanan Beku

Tuesday, 23 June 2026
VIEW DETAILS

Next Article

Monitoring pH Keju: Kunci Menjaga Kualitas, Keamanan, dan Konsistensi Produk

Thursday, 09 July 2026
VIEW DETAILS