| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 363368 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Keberhasilan budidaya ikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas benih dan pakan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan tempat ikan dipelihara. Kualitas air merupakan salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi pertumbuhan, kesehatan, efisiensi pakan, hingga tingkat kelangsungan hidup ikan. Perubahan parameter air yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan ikan mengalami stres, rentan terhadap penyakit, bahkan mengakibatkan kematian massal. Oleh karena itu, monitoring kualitas air secara rutin menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan budidaya.
Persyaratan Kualitas Air Budidaya Ikan
Pengontrolan air budidaya ikan dilakukan dengan memerhatikan persyaratan kualitas air atau baku mutu air budidaya yang disyaratkan atau dianjurkan oleh pemerintah. Adapun persyaratan kualitas air budidaya ikan air tawar diatur dalam SNI 8224.4:2015, seperti ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini.
Tabel 1. Persyaratan Kualitas Air Budidaya Ikan Air Tawar

Sedangkan untuk baku mutu air sumber untuk penggunaan budidaya udang diatur dalam SNI8228.1:2015 yang ditunjukkan pada Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. Baku Mutu Air Sumber untuk Penggunaan Budidaya Udang

Lalu untuk persyaratan kualitas air budidaya rumput laut dapat mengacu pada SNI 8228.2:2015, yang dapat dilihat pada Tabel 3 di bawah ini.
Tabel 3. Persyaratan Kualitas Air Budidaya Rumput Laut

Dan untuk persyaratan kualitas air untuk pembesaran ikan laut di Keramba Jaring Apung (KJA) dapat mengacu pada SNI 8228.5:2015 yang dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini.
Tabel 4. Persyaratan kualitas air untuk pembesaran ikan laut di Keramba Jaring Apung (KJA)

Persyaratan kualitas air budidaya ikan yang diatur pemerintah dalam SNI diharapkan untuk dikontrol sesuai dengan mutu yang dianjurkan guna menjaga kualitas ikan yang dibudidaya juga meningkatkan nilai gizi dan menjaga kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi nantinya.
Monitoring Kualitas Air Budidaya Ikan
Kondisi kualitas air dapat berubah setiap saat akibat pemberian pakan, kepadatan ikan, pergantian cuaca, maupun akumulasi limbah organik. Monitoring secara rutin memberikan berbagai manfaat, di antaranya:
Monitoring kualitas air dapat dilakukan dengan lebih mudah menggunakan pocket tester, yaitu alat ukur portabel berukuran kecil yang dirancang untuk pengukuran langsung di lapangan. Pocket tester memiliki desain yang ringkas, mudah dibawa, serta memberikan hasil pengukuran dalam hitungan detik. Pengukuran kualitas air budidaya ikan dengan menggunakan pocket tester tidak perlu dilakukan di laboratorium sehingga tindakan korektif dapat dilakukan lebih cepat.
Beberapa parameter kualitas air yang umum dipantau menggunakan pocket tester antara lain:
pH adalah parameter yang menunjukkan tingkat keasaman atau kebasaan air. Sebagian besar ikan budidaya tumbuh optimal pada pH sekitar 6,5–8,5, tergantung spesiesnya.
Suhu air kolam budidaya ikan berpengaruh terhadap metabolisme ikan, aktivitas mikroorganisme, dan kadar oksigen terlarut.
Konduktivitas (Conductivity) adalah parameter yang menggambarkan jumlah ion terlarut dalam air dan membantu memantau perubahan kualitas air.
Total Dissolved Solids (TDS) adalah parameter yang mengukur jumlah padatan terlarut yang dapat mempengaruhi kesehatan ikan dan kualitas air budidaya.
Parameter salinitas sangat penting dilakukan terutama pada budidaya ikan dan udang air payau maupun air laut.
Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) adalah parameter yang menunjukkan kadar oksigen terlarut yang tersedia di dalam air budidaya dan diperlukan ikan untuk bernapas. Kekurangan oksigen dapat menyebabkan ikan mengalami stres hingga kematian.
Selain parameter fisik dan kimia dasar, parameter lain seperti amonia, nitrat, fosfat, dan klorin juga perlu dipantau secara berkala karena berperan penting dalam menjaga kualitas air dan kesehatan ikan. Pengukuran parameter-parameter tersebut dapat dilakukan menggunakan pocket kolorimeter atau portable kolorimeter, sehingga analisis dapat dilakukan langsung di lapangan dengan cepat dan praktis tanpa harus membawa sampel ke laboratorium atau menggunakan prosedur pengujian yang kompleks. Dan untuk kebutuhan analisis dengan tingkat akurasi, sensitivitas, atau cakupan pengukuran yang lebih tinggi, pengujian dapat dilakukan di laboratorium menggunakan benchtop spektrofotometer sesuai metode analisis yang berlaku. Kombinasi pengukuran lapangan dan analisis laboratorium memungkinkan pemantauan kualitas air yang lebih efektif sekaligus memastikan keandalan hasil pengujian.
Dengan data hasil pengukuran parameter kualitas air yang dilakukan dan yang diperoleh secara berkala, pembudidaya dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi aktual, dan bukan hanya berdasarkan pengamatan visual.
Keunggulan Pocket Tester dan Tips Penggunaannya
Pocket tester menjadi pilihan yang semakin populer di kalangan pembudidaya ikan karena menawarkan berbagai kelebihan, antara lain:
Contoh alat pocket tester yang dapat direkomendasikan dalam memonitoring kualitas air budidaya ikan dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Pocket tester
Kemudian untuk hasil pengukuran tetap akurat, beberapa beberapa tips penggunaan yang perlu diperhatikan adalah:
Keberhasilan budidaya ikan sangat dipengaruhi oleh kualitas air yang stabil. Monitoring parameter seperti pH, suhu, DO, konduktivitas, TDS, dan salinitas secara rutin memungkinkan pembudidaya mendeteksi perubahan kondisi air sejak dini dan melakukan tindakan korektif sebelum berdampak pada kesehatan ikan. Dengan menggunakan pocket tester, proses monitoring menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien sehingga mendukung pengelolaan budidaya yang modern, produktif, dan berkelanjutan. Alat pocket tester menjadi salah satu solusi yang dapat membantu pembudidaya memperoleh data kualitas air secara langsung di lapangan.
Referensi:
Hach Company. (2008). Water Analysis Handbook (7th ed.). Loveland, CO: Hach Company.
Hach. (2013). Pocket Pro and Pocket Pro+ Tester. Hach Company.
Hach. (2024). Water Analysis Handbook (8th ed.). Loveland, Colorado: Hach Company.
SNI 8228.1: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 1: Udang
SNI 8228.2: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 2: Rumput Laut
SNI 8228.4: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 4: Ikan air tawar
SNI 8228.5: 2015 Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) - Bagian 5: Ikan laut di keramba jaring apung