| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364608 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Apakah industri Sampel Pakan membutuhkan mikroskop? Meski dalam beberapa metode standar tidak dipersyaratkan pengamatan mikrobiologi, namun fungsi mikroskop tidak hanya sebatas pada analisis kontaminasi mikrobiologi, melainkan juga analisis secara fisik seperti keberadaan pengotor, tampilan partikel sampel, keseragaman ukuran partikel, bahkan untuk mengevaluasi kualitas bahan baku yang digunakan. Dikutip dari website USSEC, pengamatan mikroskop sangat berdampak besar untuk memilah bahan baku yang baru dalam pabrik pakan. Teknik pengamatan dibawah mikroskop ini tidak hanya dinilai cepat namun juga presisi untuk mengamati serta meminimalisir material asing yang terbawa pada bahan baku yang hendak digunakan.
Secara umum, jenis mikroskop yang tersebar luas ada beberapa tipe yakni monokuler, binokuler dan trinokuler. Hal mendasar yang membedakan ketiganya adalah jumlah lensa okuler, yang selanjutkan juga diikuti dengan ketersediaan fitur.



Sebagai bagian dari uji kualitas, sampel pakan perlu diuji stabilitas mikrobiologinya dengan adanya pengambilan sampel secara berkala selama waktu penyimpanan. Selain itu, analis juga dalam melakukan uji pengamatan terhadap sampel hasil produksi maupun sampel dari bahan baku. Menurut Patel, dkk. telah dipakai dan masih dikembangkan teknik uji yang dikenal sebagai feed microscopy. Dalam pengamatan secara mikroskopis menggunakan mikroskop, analis dapat melihat sampel secara 3 dimensi untuk melihat bentuk, warna hingga struktur partikel sampel yang diuji. Beberapa hal yang dapat dideteksi melalui teknik feed microscopy adalah sebagai berikut
Mengkonfirmasi keberadaan komponen komposisi yang telah dispesifikasikan dalam kantung/ kemasan pakan (feed bag)
Melakukan pengamatan terkait keberadaan kontaminan berbahaya yang terbawa dalam produk atau bahan baku, seperti plastik, batu, pasir, fragmen serangga, spora dan sejenisnya
Pemalsuan dengan zat murah dan rendah nutrisi
Penggunaan dengan mikroskop yang dilengkapi kamera atau yang disebut juga sebagai Digital Microscopy and Image Processing, teknik ini adalah teknik yang sedang dikembangkan dalam feed microscopy. Dengan menggunakan Mikroskop modern dengan layar digital dan software, analis dapat melihat dan melakukan zoom in, mengambil gambar, memberi label, serta membandingkan sampel uji dengan gambar referensi. Adanya software pun memungkinkan user untuk melakukan pengukuran ukuran partikel secara otomatis, mengkonfirmasi tekstur dan menyoroti segala perbedaan yang ada pada sampel yang dibandingkan dengan referensi. Dengan begitu, potensi terjadinya error dalam pengamatan pun dapat diminimalisir dan hasil uji bersifat objektif.

Gambar 4. Mikroskop dengan Kamera dan Display Tablet
Referensi
Patel, dkk. 2025. Modern Horizons in Feed Microscopy: Techniques, Trends and Applications, VeterinaryTodayIn, vol. 3, Issue 8, hal : 929-932
USSEC. 2020. A USSEC training spotlights a technique that doesn’t require much investment when it comes to time and resources, but it can have a huge impact on quality control and knowing what’s coming into your feed mill, https://ussec.org/news/microscopy-helps-feed-mills-with-quality-control/ diakses pada Tanggal 15 Juli 2026 WIB