Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364608{main}( ).../news-detail.php:0
Mikroskop untuk Analisis Sampel Pakan Menggunakan Teknik Feed Microscopy

Mikroskop untuk Analisis Sampel Pakan Menggunakan Teknik Feed Microscopy

Thursday, 16 July 2026

Apakah industri Sampel Pakan membutuhkan mikroskop? Meski dalam beberapa metode standar tidak dipersyaratkan pengamatan mikrobiologi, namun fungsi mikroskop tidak hanya sebatas pada analisis kontaminasi mikrobiologi, melainkan juga analisis secara fisik seperti keberadaan pengotor, tampilan partikel sampel, keseragaman ukuran partikel, bahkan untuk mengevaluasi kualitas bahan baku yang digunakan. Dikutip dari website USSEC, pengamatan mikroskop sangat berdampak besar untuk memilah bahan baku yang baru dalam pabrik pakan. Teknik pengamatan dibawah mikroskop ini tidak hanya dinilai cepat namun juga presisi untuk mengamati serta meminimalisir material asing yang terbawa pada bahan baku yang hendak digunakan.

Secara umum, jenis mikroskop yang tersebar luas ada beberapa tipe yakni monokuler, binokuler dan trinokuler. Hal mendasar yang membedakan ketiganya adalah jumlah lensa okuler, yang selanjutkan juga diikuti dengan ketersediaan fitur. 

1. Mikroskop Monokuler
Mikroskop monokuler hanya memiliki 1 lensa okuler. Meski masih ada yang berbasis cahaya matahari, namun kebanyakan telah dilengkapi dengan cahaya LED yang disupport langsung dengan aliran arus listrik. Model mikroskop ini cocok untuk pengamatan biologi dan mikrobiologi, seperti pengamatan kontaminasi bakteri maupun tampilan morfologi suatu sampel yang sudah mengalami cutting
 
Gambar 1. Mikroskop Monokuler
 
2. Mikroskop Binokuler
Mikroskop binokuler lebih memiliki aplikasi yang beragam dibandingkan mikroskop monokuler karena biasanya total perbesaran yang ditawarkan lebih luas. Pada mikroskop binokuler terdapat 2 lensa okuler dan beberapa lensa objektif yang tergantung dengan total perbesaran yang dipilih karena kebutuhan. Biasanya model mikroskop binokuler telah dibekali dengan cahaya LED yang disupport langsung dari aliran arus listrik dengan fitur adjustment untuk kepekaan intensitasnya. Tidak hanya itu, beberapa mikroskop binokuler pun juga telah diimprovisasi dengan berbagai fitur menarik yang dapat diakses oleh user. 
 
Sebagai contohnya, dewasa ini, terdapat mikroskop binokuler modern telah dirancang dengan camera-built in yang dilengkapi dengan display tablet sehingga memungkinkan untuk melakukan pemantauan secara aktual dari monitor tablet. Umumnya, perbesaran total yang ditawarkan adalah hingga 1000x dengan adanya lensa oil immersion. Namun perbesaran total ini dapat dilakukan adjustment dengan mengganti lensa okuler yang memiliki perbesaran lebih dari pada umumnya, yang biasanya adalah perbesaran 10x. Selain itu, mikroskop binokuler juga dapat dioperasikan dengan 2 mode yakni mode brightfield maupun mode darkfield yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan oleh user. Untuk tipe tertentu, mikroskop binokuler tidak hanya difungsikan untuk pengamatan mikrobiologi, melainkan juga untuk pengamatan penampakan sampel, mengukur ukuran diameter partikel dan berbagai kebutuhan pengujian kualitas lainnya.
 
Gambar 2. Mikroskop Binokuler
 
3. Mikroskop Trinokuler 
Mikroskop trinokuler sedikit berbeda dengan  mikroskop binokuler dan monokuler, mikroskop ini memiliki 3 lensa okuler. 2 lensa okuler difungsikan untuk pengamatan langsung oleh mata, dan lensa okuler lainnya difungsikan untuk pengamatan melalui kamera. Sistem kamera dapat disambungkan pada PC atau laptop melalui kabel interface sehingga tampilan hasil pengamatan akan muncul atau bahkan direkam secara langsung pada layar PC atau laptop, dengan catatan software khusus pengamatan ini telah diinstall pada perangkat terkait. Model mikroskop trinokuler juga cocok untuk pengamatan baik dalam mode brightfield maupun darkfield. Umumnya, meja preparat yang ditawarkan oleh mikroskop trinokuler akan relatif lebih besar dibandingkan dengan lebar meja preparat pada mikroskop binokuler.
 
Gambar 3. Mikroskop Trinokuler
 

Mikroskop untuk Sampel Pakan

Sebagai bagian dari uji kualitas, sampel pakan perlu diuji stabilitas mikrobiologinya dengan adanya pengambilan sampel secara berkala selama waktu penyimpanan. Selain itu, analis juga dalam melakukan uji pengamatan terhadap sampel hasil produksi maupun sampel dari bahan baku. Menurut Patel, dkk. telah dipakai dan masih dikembangkan teknik uji yang dikenal sebagai feed microscopy. Dalam pengamatan secara mikroskopis menggunakan mikroskop, analis dapat melihat sampel secara 3 dimensi untuk melihat bentuk, warna hingga struktur partikel sampel yang diuji. Beberapa hal yang dapat dideteksi melalui teknik feed microscopy adalah sebagai berikut 

  • Mengkonfirmasi keberadaan komponen komposisi yang telah dispesifikasikan dalam kantung/ kemasan pakan (feed bag)

  • Melakukan pengamatan terkait keberadaan kontaminan berbahaya yang terbawa dalam produk atau bahan baku, seperti plastik, batu, pasir, fragmen serangga, spora dan sejenisnya

  • Pemalsuan dengan zat murah dan rendah nutrisi

Penggunaan dengan mikroskop yang dilengkapi kamera atau yang disebut juga sebagai Digital Microscopy and Image Processing, teknik ini adalah teknik yang sedang dikembangkan dalam feed microscopy. Dengan menggunakan Mikroskop modern dengan layar digital dan software, analis dapat melihat dan melakukan zoom in, mengambil gambar, memberi label, serta membandingkan sampel uji dengan gambar referensi. Adanya software pun memungkinkan user untuk melakukan pengukuran ukuran partikel secara otomatis, mengkonfirmasi tekstur dan menyoroti segala perbedaan yang ada pada sampel yang dibandingkan dengan referensi. Dengan begitu, potensi terjadinya error dalam pengamatan pun dapat diminimalisir dan hasil uji bersifat objektif. 

Gambar 4. Mikroskop dengan Kamera dan Display Tablet

 

Referensi 

Patel, dkk. 2025. Modern Horizons in Feed Microscopy: Techniques, Trends and Applications, VeterinaryTodayIn, vol. 3, Issue 8, hal : 929-932

USSEC. 2020. A USSEC training spotlights a technique that doesn’t require much investment when it comes to time and resources, but it can have a huge impact on quality control and knowing what’s coming into your feed mill, https://ussec.org/news/microscopy-helps-feed-mills-with-quality-control/ diakses pada Tanggal 15 Juli 2026 WIB

Previous Article

Monitoring pH Keju: Kunci Menjaga Kualitas, Keamanan, dan Konsistensi Produk

Thursday, 09 July 2026
VIEW DETAILS

Next Article

Pocket Tester: Solusi Praktis Monitoring Kualitas Air Budidaya Ikan

Monday, 20 July 2026
VIEW DETAILS