( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/header.php on line 139
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364704{main}( ).../news-detail.php:0
20.0002365472include( '/home2/sakaka/public_html/web/header.php ).../news-detail.php:4

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/header.php on line 145
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364704{main}( ).../news-detail.php:0
20.0002365472include( '/home2/sakaka/public_html/web/header.php ).../news-detail.php:4

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/header.php on line 151
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364704{main}( ).../news-detail.php:0
20.0002365472include( '/home2/sakaka/public_html/web/header.php ).../news-detail.php:4

Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364704{main}( ).../news-detail.php:0
Penentuan Total Vibrio spp. dalam Media Budidaya Ikan – Metode Tuang Sebar

Penentuan Total Vibrio spp. dalam Media Budidaya Ikan – Metode Tuang Sebar

Thursday, 17 July 2025

Budidaya ikan merupakan sektor penting dalam perikanan yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan perekonomian. Namun, keberhasilan budidaya sangat bergantung pada kualitas lingkungan media pemeliharaan. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah keberadaan bakteri patogen, seperti Vibrio spp., yang dapat menyebabkan berbagai penyakit ikan, seperti vibriosis. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan metode penentuan total Vibrio spp. dalam media budidaya ikan dengan teknik tuang sebar, serta memberikan panduan praktis dalam pelaksanaannya.

Vibrio spp. merupakan kelompok bakteri gram negatif, berbentuk batang, bersifat fakultatif anaerob, dan hidup alami di lingkungan perairan laut dan payau. Deteksi dan kuantifikasi jumlah Vibrio spp. di media budidaya menjadi langkah penting dalam pencegahan penyakit dan pengelolaan kualitas air. Salah satu metode yang umum digunakan untuk menentukan jumlah Vibrio spp. adalah metode tuang sebar (spread plate).

 

Prinsip Metode Tuang Sebar (Spread plate)

Metode tuang sebar adalah teknik mikrobiologi yang digunakan untuk menghitung jumlah koloni bakteri yang dapat tumbuh pada media padat. Dalam metode ini, sampel diencerkan secara seri dan dituang ke permukaan media agar, kemudian disebar secara merata menggunakan batang L steril. Setelah inkubasi, koloni bakteri yang tumbuh dihitung, dan hasilnya dinyatakan dalam CFU/mL (colony forming unit per mililiter).

Alat dan Bahan

  • Sampel air dari media budidaya ikan
  • Medium TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar) – selektif untuk Vibrio spp.
  • Larutan NaCl 0,85% steril (sebagai pengencer)
  • Tabung reaksi dan pipet steril
  • Cawan petri steril
  • Batang L steril
  • Laminar airflow cabinet
  • Inkubator
  • Spirtus dan pembakar bunsen
  • Colony counter

 

Prosedur Kerja Penentuan Total Vibrio spp. dalam Media Budidaya Ikan dengan Metode Tuang Sebar

1. Pengenceran Sampel

a. Ambil 1 mL sampel air dari media budidaya dan masukkan ke dalam 9 mL larutan NaCl 0,85% untuk mendapatkan pengenceran 10⁻¹.

b. Lakukan pengenceran bertingkat hingga 10⁻⁶ tergantung dari perkiraan jumlah bakteri dalam sampel.

2. Penanaman dengan Metode Tuang Sebar

a. Ambil 0,1 mL dari masing-masing pengenceran dan tuangkan ke permukaan media TCBS yang telah memadat.

b. Sebarkan sampel secara merata menggunakan batang L steril.

c. Inkubasi cawan petri dalam posisi terbalik pada suhu 28-38°C selama 18–24 jam di dalam inkubator.

 

3. Pengamatan dan Perhitungan

a. Amati pertumbuhan koloni bakteri. Vibrio cholerae umumnya menghasilkan koloni kuning, sedangkan Vibrio parahaemolyticus menghasilkan koloni hijau pada TCBS.

b. Pilih cawan dengan jumlah koloni antara 30–300 untuk perhitungan.

c. Hitung total koloni dan kalikan dengan faktor pengenceran untuk mendapatkan nilai CFU/mL.

 

Gambar 1. Gambaran prosedur Penentuan Total Vibrio spp. dalam Media Budidaya Ikan – Metode Tuang Sebar

4. Interpretasi Hasil

Jumlah total Vibrio spp. dalam sampel air budidaya dapat mencerminkan tingkat kebersihan dan potensi risiko penyakit. Nilai yang tinggi (>10⁴ CFU/mL) dapat menunjukkan adanya pencemaran atau kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri patogen. Pemantauan rutin dan tindakan sanitasi yang tepat diperlukan untuk menjaga kestabilan lingkungan budidaya.

Hal-hal yang menjadi catatan penting dalam penentuan Total Vibrio spp. dalam Media Budidaya Ikan dengan metode tuang sebar yaitu:

1. Suhu inkubasi merupakan rentang suhu dari 28-38°C yang perlu dipastikan keakuratannya sehingga pertumbuhan Vibrio spp. dapat mencapai fase stasioner secara maksimal.

2. Lama waktu inkubasi merupakan rentang dari 18-24 jam sehingga sebaiknya analis dapat melakukan pemantauan pertama pada 18 jam pertama untuk memastikan apakah sudah terjadinya pertumbuhan pada media.

3. Inkubasi dilakukan dengan posisi cawan petri terbalik.

4. Dalam mengoptimalkan pengaturan suhu dan lama waktu inkubasi, analis sebaiknya menggunakan inkubator yang dapat diatur pada suhu dan rentang waktu yang dibutuhkan. Kemudian inkubator yang digunakan diharapkan memiliki pintu kaca dalam yang dapat memudahkan analis melakukan pengamatan pertumbuhan bakteri Vibrio spp yang diinkubasi tanpa terjadi penurunan suhu yang signifikan.

5. Perhitungan koloni sebaiknya dilakukan dengan menggunakan colony counter guna memastikan perhitungan dilakukan secara maksimal.

6. Untuk memastikan pelaksanaan yang tepat, analis dapat mempelajari lebih lanjut penentuan Total Vibrio spp. dalam Media Budidaya Ikan dengan metode tuang sebar pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 7909 Tahun 2013.

Contoh inkubator dan colony counter yang dapat digunakan dalam Penentuan Total Vibrio spp. dalam Media Budidaya Ikan dengan Metode Tuang Sebar dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Contoh inkubator dan colony counter

 

Metode tuang sebar dapat menjadi indikator yang penting untuk memantau kualitas air, bahkan cara strategis dalam pencegahan penyakit pada sistem budidaya ikan.

Referensi

Austin, B., & Austin, D. A. (2012). Bacterial Fish Pathogens: Disease of Farmed and Wild Fish. Springer.

FAO. (2020). Responsible use of antibiotics in aquaculture.

Holt, J. G., et al. (1994). Bergey's Manual of Determinative Bacteriology. Williams & Wilkins.

Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 7909 Tahun 2013 Penentuan total Vibrio spp. dalam media budidayaikan - Metode tuang sebar

Previous Article

Kendala Uji Lemak pada Produk Pakan dan Solusinya

Monday, 07 July 2025
VIEW DETAILS

Next Article

Cara Mengoptimalkan Proses Ekstraksi Lemak

Monday, 21 July 2025
VIEW DETAILS