| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364384 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Tahukah Anda bahwa torsi berkaitan erat dengan stabilitas produk, kualitas produk dan cara distribusi suatu produk? Torsi perlu diestimasi nilainya untuk mengetahui seberapa rapat kemasan telah tertutup dan seberapa besar gaya yang diperlukan untuk membuka kemasan tersebut. Jika kemasan tidak tertutup dengan rapat, maka kontaminasi bisa saja terjadi pada produk hingga stabilitas produk terganggu dan kualitas produk menurun. Tentunya parameter ini perlu diestimasikan oleh para pelaku industri untuk mengetahui seberapa lama produk dapat bertahan dalam kemasan yang sudah ditentukan. Lalu bagaimana cara menentukan dan mengestimasikan nilai torsi tersebut? Simak artikel berikut ini.
Dalam jurnal yang ditulis oleh Bajaj, dkk (2012) diinformasikan bahwa torsi (torque) adalah salah satu parameter penentu kualitas pengemasan suatu produk yang punya korelasi langsung dengan stabilitas produk terkait. Secara definisi, torsi adalah gaya putar yang diberikan atau yang dilakukan untuk menggerakkan suatu benda, yang dalam hal ini adalah tutup botol pengemas produk. Namun disisi lain, analis juga perlu memperkirakan agar kemasan tetap dalam level yang mudah untuk dibuka oleh pelanggan. Meski kontradiksi, tetapi keduanya dapat ditemukan korelasinya sehingga dapat ditemukan torsi yang optimal untuk menjaga produk tetap stabil dalam kurun waktu tertentu tetapi tidak menyulitkan pelanggan untuk menikmati produk tersebut.
Torsi diukur dengan sensor torque yang sering dikenal dengan alat torque meter, torque transducer, torque cell, torque gauge, ataupun moment sensor. Pengukuran dilakukan dengan menjepit suatu botol sehingga tetap dalam keadaan diam, lalu mengaplikasikan torsi untuk menutup dan membuka botol tersebut. Torsi yang diaplikasikan ini menyebabkan adanya tekanan yang dialami oleh botol dan tekanan tersebut akan dibaca oleh detektor sehingga dapat dikalkulasikan secara otomatis menjadi nilai torsi yang terbaca pada display. Nilai torsi akan muncul dalam satuan Nm (Newton meter).
Dalam hal ini, alat torque meter tidak hanya digunakan untuk mengukur gaya putar yang dibutuhkan untuk membuka atau menutup botol, melainkan juga untuk mengukur perangkat. Alat torque meter yang digunakan untuk mengukur torsi penutup wadah adalah jenis torque meter statis (static torque meter), sedangkan alat untuk mengukur torsi perangkat perlu menggunakan alat torque dinamis (dynamic torque meter). Perbedaannya terletak pada pergerakan yang terjadi pada sensor atau transduser. Khusus pada alat dynamic torque meter, sensor atau transducer bergerak. Tujuannya adalah untuk mengukur kekuatan perangkat sehingga tidak menyebabkan adanya overpower dalam aplikasinya yang dapat mengakibatkan rusaknya material yang hendak diterapkan gaya.

Gambar 1. Alat Torque Meter (A) Static Torque Meter dan (B) Dynamic Torque Meter
Cara mengoperasikan kedua alat ini cukup sederhana, analis hanya perlu melakukan zeroing pada alat sehingga alat memunculkan 0.000 Nm pada display alat. Setelahnya, analis perlu mengoperasikan karet holder untuk mengunci sampel yang hendak diukur torsinya. Pada torque meter statis, aplikasikan torsi dengan cara menerapkan gaya putar pada tutup botol sampel. Pada dynamic torque meter, analis hanya perlu meletakkan perangkat (tools) pada sample compartment alat sehingga alat akan bekerja secara otomatis. Nilai torsi akan terukur pada display secara otomatis dalam bentuk angka digital. Pada beberapa torque meter, tersedia juga menu yang dapat mendeteksi arah putaran torsi yang digunakan, yakni antara searah (clockwise) dan berlawanan arah jarum jam (counterclockwise).

Gambar 2. Contoh Tampilan Display pada (A) searah jarum jam (clockwise) dan (B) berlawanan arah jarum jam (counterclockwise)
Dalam aplikasinya, alat torque meter digunakan pada berbagai bidang industri seperti industri kimia, makanan dan minuman, farmasi dan lainnya. Adapun beberapa keuntungan yang dapat dimanfaatkan dengan mengetahui nilai torsi dari kemasan produk adalah sebagai berikut :
Analis dapat memperoleh kemasan yang rapat dan dapat menjaga kualitas produk sampai ke tangan konsumen demi terpenuhi ISO9001
Untuk industri kimia, menjaga kemasan tetap rapat tidak hanya terfokus pada kualitas reagen, melainkan juga keselamatan. Pada bahan kimia yang bersifat eksotermis, kerapatan kemasan harus dijaga dengan extra sehingga tidak menyebabkan bahaya seperti ledakan ataupun kebakaran.
Dengan mengetahui nilai optimal torsi suatu kemasan ulir, dimaksudkan agar kemasan tetap mudah untuk dibuka meski tertutup dengan rapat.
Referensi
Anonim. 2022. Mengenal Torque Tester Sebagai Alat Uji Puntir Tutup Botol, https://www.sentrakalibrasiindustri.com/mengenal-torque-tester-sebagai-alat-uji-puntir-tutup-botol/ diakses pada Kamis, 22 Februari 2024
Bajaj, S., dkk. 2012. Stability Testing of Pharmaceutical Products, Journal of Applied Pharmaceutical Science, Vol. 2 (03), hal. 129 - 138
Kern & Sohn. 2024. Alat Ukur Torsi, www. Kern-sohn.com