| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0003 | 363232 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Salah satu prosedur analitik paling mendasar dan penting yang dapat dilakukan pada produk makanan adalah pengujian kadar air. Metode pengujian kadar air yang paling sering digunakan yaitu metode pengeringan oven dimana sampel dipanaskan pada kondisi tertentu, dan selisih bobot yang hilang digunakan sebagai acuan untuk perhitungan kadar air. Umumnya pengujian kadar air dilakukan pada suhu 105 °C selama kurun waktu tertentu yang bergantung pada tipe sampel yang diuji. Namun, bagaimana jika produk makanan yag hendak diuji memiliki sensitifitas tinggi terhadap panas? Solusi dari masalah ini adalah dengan menggunakan alat oven vakum (vacuum oven). Hal ini telah disetujui dan tercantum dalam standar Internasional AOAC.
Kadar Air
Kadar air suatu bahan makanan ditentukan melalui persamaan berikut:

Keterangan:
mw adalah massa air
msampel adalah massa sampel.
Massa air berhubungan dengan jumlah molekul air (nW) dengan persamaan berikut:

di mana:
Mw adalah berat molekul air (18,0 g per mol) dan
NA adalah bilangan Avadagro (6,02 x 1023 molekul per mol).
Pada prinsipnya, kadar air makanan dapat ditentukan secara akurat dengan mengukur jumlah atau massa molekul air yang ada dalam sampel yang massanya diketahui. Tidak mungkin mengukur secara langsung jumlah molekul air yang ada dalam sampel karena banyaknya molekul yang terlibat. Sejumlah teknik analisis yang biasa digunakan untuk menentukan kadar air makanan didasarkan pada penentuan massa air yang ada dalam massa sampel yang diketahui.
Selain berkaitan dengan kualitas makanan dan stabilitas mikroba, kadar air seringkali diperlukan untuk memprediksi sifat makanan selama pemrosesan, misalnya untuk pencampuran, pengeringan, pengaliran produk melalui pipa atau untuk pengemasan. Selain itu, jumlah air yang dikandung dalam makanan akan mempengaruhi secara ekonomi bagi produsen dan kadar air merupakan syarat dari pelabelan serta persyaratan hukum. Oleh karena itu, penting bagi ilmuwan dan analisis pangan untuk dapat mengukur kadar air dengan andal. Sejumlah teknik analisis telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, mulai dari segi akurasi, biaya, kecepatan, sensitivitas, spesifisitas, kemudahan pengoperasian, dll. Pilihan prosedur analitis untuk aplikasi tertentu pun dilakukan namun tergantung pada sifat makanan yang sedang dibuat dan dianalisis.
Kadar air dapat ditentukan dengan beberapa metode seperti distilasi, hidrometri, dielektrik, refraktometri, spektroskopi inframerah, kimia analisis (titrasi karl fisher), dan yang paling sering digunakan yaitu pemanasan oven.
Dalam metode pengeringan oven, kadar air ditentukan dengan mengukur massa makanan sebelum dan sesudah air dihilangkan dengan pemanasan oven. Jumlah kadar air yang ditentukan sangat tergantung pada jenis oven yang digunakan, kondisi di dalam oven, dan waktu serta suhu pengeringan. Berbagai metode oven disetujui oleh AOAC International untuk menentukan jumlah kelembaban dalam banyak makanan produk seperti convection and forced draft ovens, dimana energi panas digunakan untuk menguapkan air yang diterapkan langsung ke sampel melalui rak dan udara yang mengelilinginya; oven microwave, bekerja dengan energi gelombang mikro untuk menguapkan molekul air dalam makanan sehingga tereksitasi secara termal; pemanasan infrared, menggunakan energi inframerah untuk mengeksitasi molekul air dalam makanan. Kemudian ada oven vakum (vacuum oven) yang digunakan untuk penentuan kadar air dimana bahannya mudah rusak, contohnya seperti sampel yang mengandung sejumlah besar karbohidrat yang mungkin mengalami perubahan kimia atau bahan yang mudah menguap selain air.
Vacuum Oven
Vacuum Oven adalah peralatan yang sangat umum digunakan dalam berbagai aplikasi industri/laboratorium. Industri dan laboratorium pangan banyak mengandalkan vacuum oven untuk menghilangkan zat dari sampel tanpa terlalu panas dengan cara mengurangi tekanan sehingga meminimalkan oksidasi selama pengeringan.

Gambar 1. Contoh Alat Vacuum Oven
Dengan pengeringan di bawah tekanan yang dikurangi (25-100 mm Hg), analis dapat memperoleh penghilangan air dengan sempurna tanpa dekomposisi dalam waktu pengeringan 3-6 jam. Berikut ini adalah poin penting dalam penggunaan oven pengering vakum:
Tips memilih Vacuum Oven
Pemilihan vacuum oven yang tepat dapat mengoptimalkan pengeringan untuk pengujian kadar air terutama untuk bahan-bahan yang peka terhadap panas, maupun menghilangkan bahan-bahan gas berbahaya yang terdapat pada produk bahan baku pangan.
Referensi:
McClements, Julian. Determination of Moisture and Total Solids: Analyis of Food Products. Chenoweth Lab.
Nielsen, S. Suzanne. 2010. Food Analysis. Department of Food Science, University of Wisconsin: USA.
quizizz.com (gambar)