| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364192 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Logam terlarut adalah parameter yang perlu diukur untuk mengetahui karakteristik sumber air yang digunakan untuk kebutuhan tertentu. Dengan mengetahui karakteristik air sumber yang digunakan, maka treatment yang tepat dapat dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengoptimalkan dan mewujudkan efisiensi pengoperasian dan biaya operasional yang perlu direferensikan. Beberapa instrumen dapat digunakan untuk mengetahui kadar logam terlarut yang terkandung dalam air sumber, seperti HPLC, ICP dan spektrofotometer. Dari beberapa instrumen ini, instrumen spektrofotometer menawarkan analisis yang efisien, cepat dan biaya yang relatif lebih rendah. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas lebih lanjut terkait monitoring logam terlarut dalam sampel air.
Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk beragam analisis dan aplikasi. Prinsip spektrofotometri berlaku pada alat ini, dimana analit akan direaksikan dengan ligan tertentu sehingga membentuk ion kompleks yang berwarna. Ion kompleks yang berwarna ini kemudian dideteksi dengan mengukur kemampuan absorbsinya dalam menyerap sinar monokromatis yang spesifik atau yang lebih sering dikenal dengan panjang gelombang maksimum (λmaks), sebagai nilai absorbansi. Nilai absorbansi ini kemudian dipakai dalam perhitungan untuk menentukan kadar analit yang terkandung dalam sampel. Namun pilihan spektrofotometer modern juga dapat dijadikan opsi untuk menampilkan konsentrasi analit secara otomatis, tanpa perhitungan secara manual. Konsentrasi ini akan tampil pada display dalam bentuk angka digital yang akan tersimpan secara otomatis dalam alat dan dapat dikirim ke perangkat lain seperti komputer dan USB.
Menurut Peraturan Kementerian Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, disebutkan parameter logam terlarut dalam sampel air yang perlu diuji. Logam - logam tersebut antara lain dijabarkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Nilai Ambang Batas Beberapa Parameter Logam Terlarut
|
Parameter Logam terlarut |
Nilai Ambang Batas |
|
Kalsium |
Maks. 75 mg/L |
|
Magnesium |
30-150 mg/l |
|
Besi |
Maks. 0,2 mg/L |
|
Mangan |
Maks. 0,1 mg/lL |
|
Krom (Chromium) |
Maks. 0,01 mg/L |
|
Tembaga |
0,05 - 1,5 mg/L |
|
Seng (Zinc) |
1,00 - 15 mg/L |
|
Arsen |
Maks. 0,01 mg/L |
|
Timbal |
Maks. 0,01 mg/L |
|
Selenium |
Maks. 0,01 mg/L |
|
Kadmium |
Maks. 0,003 mg/L |
|
Merkuri |
Maks. 0,001 mg/L |
|
Aluminum |
Maks. 0,2 mg/L |
Secara garis besar, analisis spektrofotometri dilakukan dengan mereaksikan analit yang terkandung dalam sampel dengan reagen pereaksi spesifik yang dapat mengubah zat analis menjadi suatu ion kompleks yang berwarna sehingga dapat dideteksi nilai absorbansinya pada panjang gelombang cahaya tampak (visible light). Sampel hasil preparasi ini kemudian ditempatkan dalam suatu kuvet atau sample cell dengan ukuran tertentu yang cocok dengan Alat Spektrofotometer atau Alat kolorimeter yang digunakan. Tentu sebelum mendeteksi sampel, analis perlu terlebih dahulu menyiapkan larutan blanko sebagai garis 0 (nol) yang dapat dijadikan pembanding bagi sampel yang diukur. Beberapa spektrofotometer mungkin hanya mendeteksi hasil absorbansi dan % transmitansi, sehingga diperlukan pembuatan kurva kalibrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan nilai konsentrasi analit secara tepat dengan menggunakan rumus berikut :

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, Alat Spektrofotometer maupun Alat Kolorimeter yang modern pun kini dapat mendeteksi nilai konsentrasi secara langsung tanpa perhitungan secara manual, dengan perhitungan berlangsung secara otomatis.

Gambar 1. Alur Uji Fotometri Menggunakan Alat Spektrofotometer/ Alat Kolorimeter
Dikutip dari Standard Method For The Examination of Water and Wastewater 24th Edition, metode fotometri merupakan metode yang sangat relevan karena dapat diaplikasikan untuk berbagai parameter - parameter analisis air dan air limbah, termasuk logam terlarut. Metode ini seringkali menjadi referensi utama karena memiliki banyak keunggulan, diantaranya :
Cepat dan Praktis
Lebih hemat baik dari segi analisis maupun maintenance Alat
Memiliki Sensitivitas tinggi
Hasil yang stabil, akurat dan presisi
Aplikasi luas, tidak hanya ion logam, anion maupun zat organik pun dapat dideteksi dengan Alat Spektrofotometer UV-Vis.
Dewasa ini telah hadir spektrofotometer portable yang fleksibel dan cocok untuk analisis langsung di lapangan

American Public Health Association. 2023. Standard Method For The Examination of Water and Wastewater Treatments 24th Edition. USA : APHA
Badan Standardisasi Nasional. Standar Nasional Indonesia Nomor 6989. Jakarta : BSN
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 tentang “Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 06 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan”