| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364288 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Industri minyak goreng adalah bagian penting dari sektor pangan. Namun, proses produksinya menghasilkan air limbah yang mengandung zat organik dan kimia yang bisa mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Pencemaran ini dapat membahayakan kesehatan manusia dan merusak ekosistem. Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah telah menetapkan standar baku mutu air limbah yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah yang harus dipatuhi sebelum dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu, pengukuran kualitas air limbah menjadi langkah penting dalam mengendalikan pencemaran, dan hal ini akan dibahas secara informatif dalam artikel ini.
Sumber Air Limbah dan Baku Mutu Air Limbah Industri Minyak Goreng
Air limbah industri minyak goreng berasal dari berbagai tahapan proses produksi yang menggunakan air secara langsung maupun tidak langsung. Sumber-sumber utama asal air limbah dari industri ini adalah
Air Limbah ini mengandung berbagai zat pencemar seperti minyak dan lemak, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), serta bahan kimia, sehingga perlu diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dibuang ke lingkungan.
Adapun baku mutu air limbah industri minyak goreng di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014. Berdasarkan regulasi tersebut, parameter utama baku mutu air limbah untuk industri pengolahan minyak goreng dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini.
|
Parameter Baku Mutu Air Limbah |
Kadar Paling Tinggi (mg/L) |
|
|
BOD |
Minyak Goreng dengan proses basah |
Minyak goreng dengan proses kering |
|
BOD |
75 |
|
|
COD |
150 |
|
|
TSS |
60 |
|
|
Minyak & lemak |
5 |
|
|
MBAS |
3 |
- |
|
Fosfat (PO4) |
2 |
|
|
pH |
6-9 |
|
|
Kuantitas air limbah paling tinggi |
5 m3 per ton produk |
|
Metode Pengukuran Baku Mutu Air Limbah Industri Minyak Goreng
Pengukuran parameter air limbah dilakukan menggunakan metode standar laboratorium yang diakui secara nasional maupun global. Berikut adalah cara umum untuk mengukur masing-masing parameter baku mutu air limbah industri minyak goreng:
1. Biochemical Oxygen Demand (BOD)
2. Chemical Oxygen Demand (COD)
3. Total Suspended Solids (TSS)
4. Minyak & Lemak
5. MBAS (Methylene Blue Active Substances)
6. Fosfat (PO4)
7. pH

Gambar 1. Instrumen Pengukuran Air Limbah
Dalam pengukuran baku mutu air limbah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pengukuran parameter baku mutu air limbah yaitu:
Pengukuran baku mutu air limbah merupakan langkah penting dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar industri minyak goreng. Dengan penerapan teknologi pengolahan yang tepat dan pemantauan yang rutin, industri dapat memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah serta menjalankan kegiatan produksinya secara berkelanjutan, juga memastikan keamanan lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat sekitar.
Referensi:
ASTM D1293-95 Standard Test Methods for pH of Water
APHA, AWWA, WEF. (2017). Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater. 23rd Edition.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2014). "Teknis Pengolahan Air Limbah Industri Minyak Goreng dan Standar Penilaian Kualitas Limbah Cair."
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. (2012). "Petunjuk Teknis Pengelolaan Limbah Industri Minyak Goreng."
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah.
Nurhidayati, E., & Rukmana, H. (2018). "Perbandingan Metode Ekstraksi Minyak Kelapa Secara Basah dan Kering", Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 29(2), 85–92.
Prasetyaningrum, A., & Andarwulan, N. (2010). Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Bogor: IPB Press.
SNI 6989.2:2009 — Cara Uji Kebutuhan Oksigen Kimia (Chemical Oxygen Demand/ COD)
SNI 6989.3:2004 — Cara Uji Total Suspended Solid (TSS)
SNI 6989.10:2011 — Cara Uji Minyak dan Lemak
SNI 6989.11:2004 — Cara Uji pH
SNI 6989.31:2005 — Cara Uji Fosfat
SNI 6989.51:2005 — Cara Uji MBAS (Methylene Blue Active Substances)
SNI 6989.72:2009 — Cara Uji Biochemical Oxygen Demand (BOD)
SNI 01-3741-2013 — Minyak Goreng Kelapa Sawit
Sulaiman, R., & Mulyadi, A. (2015). Teknologi Pengolahan Minyak Nabati. Yogyakarta: Graha Ilmu.