| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364160 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Tahukah Anda bahwa produk skincare dapat teroksidasi? Oksidasi pada produk skincare dapat terjadi karena terkena paparan udara, berupa panas atau cahaya secara langsung. Kondisi tersebut membuat kandungan asam di dalam skincare menjadi tidak stabil dan akan ditunjukkan dengan terjadinya perubahan warna secara drastis yang juga menurunkan kualitas dan kandungan produk skincare tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan uji stabilitas oksidasi terhadap produk skincare sebelum diedarkan. Adapun referensi standard pengujiaan stabilitas oksidasi dapat dilakukan dengan mengacu pada International Standard Procedure American Oil Chemists' Society (AOCS) Cd 12c-16. Alat uji stabilitas oksidasi produk skincare secara akurat dan mudah untuk digunakan adalah Oxidation reactor (reaktor oxitest).
Oksidasi Produk Skincare
Secara umum, kandungan produk skincare terdiri dari air, lipid, antioksidan, zat pengemulsi dan kandungan spesifik lainnya yang bergantung pada produk jadi yang dituju. Lipid pada seluruh produk kecantikan ini berfungsi sebagai pelembut dan pelembab pada kulit serta memberi efek tahan lama ketika produk di aplikasikan. Sedangkan salah satu jenis antioksidan yang umumnya digunakan dalam produk skincare adalah vitamin C. oleh karena itu, oksidasi biasanya terjadi pada produk skincare yang memiliki kandungan vitamin C di dalamnya. Oksidasi terjadi jika produk skincare terkena paparan udara, seperti panas atau cahaya secara langsung. Kondisi tersebut membuat kandungan asam di dalam skincare menjadi tidak stabil. Cara termudah mengidentifikasi skincare yang mengalami oksidasi adalah ketika terjadi perubahan warna secara drastis. Biasanya, skincare akan berubah warna menjadi kecoklatan atau oranye tua. Beberapa sumber menyebutkan bahwa skincare yang teroksidasi memiliki warna yang cenderung menyerupai warna teh. Produk skincare yang teroksidasi cenderung tidak menimbulkan dampak yang serius. Tapi, kandungan vitamin C yang tersimpan dalam produk tersebut tentu semakin berkurang sehingga berkurangnya juga manfaat dari produk tersebut.
Uji Stabilitas Oksidasi
Uji stabilitas oksidasi pada produk skincare dimaksudkan untuk menentukan umur simpan, atau tanggal kedaluwarsa suatu produk kosmetik. Misalnya, produsen suatu produk kosmetik menentukan masa pakai lebih dari 30 bulan setelah produk dibuka. Artinya, waktu dalam 30 bulan ketika produk akan tetap dalam kondisi baik setelah konsumen telah menggunakan produk untuk pertama kalinya. Umur simpan kosmetik sering berkorelasi dengan ketahanannya terhadap oksidasi. Tantangannya adalah untuk melindungi produk kosmetik dari oksidasi sejak awal oksidasi dengan menghasilkan produk dengan umur simpan yang lebih lama.
Metode uji stabilitas oksidasi (Oxidation Stability) dilakukan dengan menggunakan reaktor yang dialirkan gas oksigen. Prinsip kerjanya adalah dengan mempercepat proses oksidasi lipid (lemak maupun minyak) yang terkandung dalam sampel dengan memanaskan sampel pada suhu yang cukup tinggi dan disertai dengan pengaliran gas oksigen pada tekanan tertentu. Selama analisa berlangsung, instrument oxidation reactor akan mengukur perubahan tekanan absolut di dalam kedua chamber akibat pengambilan oksigen oleh komponen aktif yang ada pada sampel. Hasil yang akan muncul berupa nilai Induction Period (IP) yang dinyatakan dalam satuan waktu yang berhubungan dengan stabilitas produk dimana semakin lama Induction Period (IP) yang terukur maka semakin stabil produk tersebut. Adapun rangkaian alat oxidation reactor (reaktor oxitest) untuk analisa stabilitas oksidasi (Oxidation Stability) ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Rangkaian alat oxidation reactor untuk analisa
Selain prosedur pengujian yang tepat, pemilihan alat oxidation reactor juga penting untuk diperhatikan. Adapun tips memilih oxidation reactor untuk Uji Stabilitas Produk Makanan adalah sebagai berikut:
Adapun contoh alat yang dapat digunakan untuk pengujian stabilitas oksidasi pada produk skincare ditampilkan pada Gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Oxidation reactor
Selain itu penggunaan oxidation reactor ini juga dapat digunakan untuk melakukan beberapa pengujian pada produk skincare, seperti:
1. Pengujian pengulangan sampel yaitu serangkaian tes yang dilakukan pada sampel yang sama untuk memverifikasi periode IP-nya, yang berguna untuk menghitung akurasi dan pengulangan data.
2. Pengujian kualitas produk: untuk memverifikasi kualitas lot yang berbeda, misalnya bahan baku yang sama untuk dibandingkan.
3. Pengujian perbandingan formula produk: untuk mengidentifikasi formula produk jadi yang paling stabil, dalam kondisi yang sama
4. Pengujian perbandingan kemasan produk: untuk menguji kemasan mana yang mempertahankan produk dalam kondisi paling baik
5. Pengujian IP selama umur simpan produk: untuk mendapatkan grafik penurunan IP produk selama periode umur simpan
6. Perkiraan umur simpan produk: memiliki prediksi stabilitas oksidasi selama umur simpan.
Referensi:
Velp scientifica. 2017. Application note F&F-O-001-2017/A1 : Oxidation Stability of Face cream. VELP Scientifica, Italy
International Standard Procedure American Oil Chemists' Society (AOCS) Cd 12c-16. 2017. Accelerated Oxidation Test for the Determination of the Oxidation Stability of Foods, Oils and Fats Using the Oxitest Oxidation Test Reactor