| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364160 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Tahukah Anda bahwa kebutuhan cat di Indonesia sangatlah besar? Hal ini tercatat pada Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia Bidang Industri Cat, bahwa kebutuhan penggunaan cat di Indonesia dapat mencapai 22 Trilyun per tahunnya dengan lebih dari 130 pabrik cat berdiri di Indonesia. Jumlah ini pun memicu adanya persaingan antara produk satu dan lainnya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dalam segi kualitas, kestabilan cat selama masa penyimpanan adalah salah satu parameter penting yang dapat mempengaruhi kualitas cat dan minat konsumen. Parameter ini diuji berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 3564 Tahun 2014, dan artikel ini akan membahas uji tersebut secara tuntas.
Jenis-jenis Cat
Dimanapun kita berada, disekeliling kita pasti dapat menemukan teknik pelapisan (coating), mulai dari gedung, pagar, tembok, kendaraan, mebel, tangki, pipa, konstruksi, kapal hingga alat elektronik, kabel-kabel, bahkan alat tulis pun dilapisi, dan masih banyak lagi. Dunia teknik pelapisan sangat berkembang hampir ke semua sektor industri, baik untuk keperluan estetika maupun untuk keperluan perlindungan atau proteksi. Cat (paint) merupakan salah satu jenis teknik pelapisan yang paling praktis cara penerapannya karena dapat diaplikasikan di berbagai tempat dengan cara yang sederhana. Industri cat merupakan industri yang kreatif, berbagai inovasi dimunculkan, mulai dari variasi estetika, kekuatan hingga ke isu lingkungan untuk proteksi terhadap korosi, juga perawatan dan pengawetan alat-alat produksi dan konstruksi pada berbagai industri.
Tabel 1. Pengelompokkan Jenis-jenis cat
|
Dasar Pengelompokkan |
Jenis Cat dan Keterangan |
|
Bahan baku |
|
|
Fungsi |
Cat dempul (filler), anti karat (anti corrosion), anti jamur (anti fungus), tahan api, tahan panas (heat resistance), anti bocor (water proofing), decorative, protective, heavy duty, dan industri. |
|
Metode pengecatan |
Cat kuas, spray, celup, wiping, elektrostatik, dan roll. |
|
Letak pemakaian |
Cat primer, undercoat, intermediate (ditengah-tengah), top coating/finishing (pada permukaan paling atas dari beberapa lapisan cat), interior (di dalam tidak terkena secara langsung sinar matahari), dan exterior. |
|
Jenis substrat |
Cat besi (metal protective), lantai (flooring systems), kayu (wood finishing), beton (concrete paint), kapal (marine paint), mobil (automotive paint), plastik, kulit, dan tembok. |
|
Kondisi dan bentuk campuran |
Cat pasta, ready-mixed, emulsi, dan aerosol. |
|
Ada tidaknya solvent |
Water base, cat solvent base, tanpa solvent, dan powder. |
|
Mekanisme pengeringan |
cat kering udara (varnish dan synthetic enamel), cat stoving (panggang), cat UV curing, dan cat penguapan solvent (lacquer dan duco) |
Syarat Mutu Cat
Berikut syarat-syarat mutu cat yang disyaratkan oleh Standar Internasional yaitu American Standard Testing and Material (ASTM) dan The International Organization for Standarization (ISO), maupun Nasional yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI).
Syarat mutu cat terdiri dari syarat kualtitatif dan syarat kuantitatif.
1. Syarat Kualitatif Mutu Cat
1.1. Keadaan dalam kemasan
Sewaktu kemasan dibuka, cat tidak berbau busuk dan setelah dilakukan pengadukan, cat tidak mengandung endapan keras, tidak menggumpal, tidak mengulit, dan tidak terjadi pemisahan warna.
1.2. Sifat pengulasan
Cat siap pakai dan harus mudah diulaskan dengan kuas pada lempeng uji kristosil semen. Lapisan cat kering harus halus, rata, tidak berkerut, dan tidak turun.
1.3. Kestabilan dalam penyimpanan dan sifat lapisan kering
Setelah enam bulan dikemas oleh pabrik dan disimpan pada suhu 21-32 C atau disimpan selama satu bulan pada suhu 52 C cat tidak akan mengalami perubahan.
1.4 Ketahanan terhadap alkali
Setelah diuji dan dikeringkan selama 30m menit, cat tidak mengalami perubahan warna, gelembung, pengerutan, pengapuran, dan pengelupasan.
2. Syarat Kuantitatif Mutu Cat
Syarat kuantitatif terdiri dari beberapa parameter yang dirangkum dalam Tabel 2 di bawah ini.
Tabel 2. syarat kuantitatif cat
|
No. |
Parameter |
Satuan |
Persyaratan |
|
A. Persyaratan umum |
|||
|
1. |
Daya tutup (pfund) |
m2/L |
Min. 8 |
|
2. |
Berat jenis |
g/mL |
Min. 1,1 |
|
3. |
Kehalusan |
Mikron, µm |
Maks. 50 |
|
4. |
Waktu pengeringan |
|
|
|
|
Kering sentuh |
Menit |
Maks. 30 |
|
|
Kering keras |
Menit |
Maks. 120 |
|
5. |
Padatan total, b/b |
% |
Min. 40 |
|
6. |
Kekentalan |
KU (Krebs Unit) |
Min. 75 |
|
7. |
Kandungan logam berat |
||
|
|
Timbal, Pb |
mg/kg |
Maks. 90 |
|
|
Raksa, Hg |
mg/kg |
Maks. 60 |
|
|
Cadmium, Cd |
mg/kg |
Maks. 75 |
|
|
Krom heksavalen, Cr (VI) |
mg/kg |
Maks. 60 |
|
B. Persyaratan khusus |
|||
|
1. |
Ketahanan terhadap cuaca dipercepat selama 600 jam |
- |
|
Uji Kestabilan Cat dalam Penyimpanan
Uji kestabilan dilakukan guna untuk mengetahui tingkat kestabilan cat dalam masa penyimpanan dalam kemasan. Metode pengujian mencakup suhu ruangan dan suhu dipercepat.
Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam pengujian kestabilan cat yaitu wadah kemasan cat, oven, timbangan, spatula/pengaduk, dan cat yang akan diuji.
Cara pengambilan sampel dilakukan berdasarkan SNI Nomor 0465 Tahun 2014 yaitu sampel diambil dari beberapa batch, lot dan pengiriman cat, untuk menentukan keseragaman dan kesesuaian terhadap persyaratan spesifikasi, agar jumlah sampel yang diambil tepat dan mewakili suatu jenis produk yang akan dipasarkan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pengambilan sampel cat untuk pengujian adalah:
Sampel yang telah diambil kemudian dilakukan pengujian kestabilan cat dalam kemasan sesuai dengan SNI No. 3564 Tahun 2014 yaitu 2 sampel cat disiapkan pada kemasan 1 liter yang masih utuh dan belum dibuka, selanjutnya sampel cat tersebut ditimbang dengan ketelitian 1 gram, dan lakukan lakukan penyimpanan selama 1 bulan pada suhu (52±1) C dalam oven, atau disimpan pada suhu 21-32 C selama enam bulan. Setelah 1 bulan atau enam bulan, lakukan penimbangan kembali untuk mengetahui ada tidaknya kehilangan berat sampel yang diuji. Kemudian kemasan sampel dibuka, diamati dan dicatat sifat-sifat yang sama dengan ketentuan keadaan cat dalam kemasan yaitu, cat tidak berbau busuk dan setelah dilakukan pengadukan, cat tidak mengandung endapan keras, tidak menggumpal, tidak mengulit, dan tidak terjadi pemisahan warna, juga diamati sifat pengulasan yaitu cat sampel harus mudah diulaskan dengan kuas pada lempeng uji kristosil semen. Selain itu, Lapisan cat kering harus halus, rata, tidak berkerut, dan tidak turun.
Apabila tidak terjadinya kehilangan berat dan sifat-sifat yang dinilai telah sesuai, maka cat yang diproduksi dapat dikatakan berkualitas dan dapat dipasarkan jika parameter lainnya juga telah sesuai dengan standard yang ditetapkan.
Cara kerja uji kestabilan cat dalam penyimpanan ditampilkan dalam bagan alur paga Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Bagan alur uji kestabilan cat dalam penyimpanan
Baca juga:
Moisture Analyzer untuk Kadar Padatan Total (Total Solid) dalam Cat
Elektroda pH untuk sampel Cat : Tips Pemilihan dan Perawatan
Uji Kadar Zat Tak Menguap Tentukan Kualitas Melamin sebagai Bahan Baku Cat
Ultrapure Water dalam Analisis pada Industri Cat
Referensi:
American Standard Testing and Material (ASTM) D1849-95 (2019) Standard Test Method for Package Stability of Paint.
Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 171 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia Bidang Industri
Standar Nasional Indonesia No. 0465 Tahun 2014 tentang Cara Pengambilan Contoh Cat
Standar Nasional Indonesia No. 3564 Tahun 2014 tentang Cat Tembok Emulsi.