Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001363592{main}( ).../news-detail.php:0
Produk Kecantikan : Uji Kecocokan Zat Antioksidan Menggunakan Uji Stabilitas Oksidasi

Produk Kecantikan : Uji Kecocokan Zat Antioksidan Menggunakan Uji Stabilitas Oksidasi

Tuesday, 18 April 2023

Seberapa stabil produk Anda? Kestabilan suatu produk merupakan kunci utama kualitas produk tersebut dari saat proses pemantauan, pengujian, distribusi bahkan hingga sampai ke tangan konsumen. Faktor penting yang mempengaruhi stabilitas oksidasi suatu produk yaitu keberadaan oksigen, suhu, cahaya, keberadaan logam, serta keberadaannya enzim tertentu dalam beberapa kasus. Untuk menjaga produk agar tetap stabil, zat antioksidan perlu ditambahkan. Namun, perlu dilakukan uji kecocokan antioksidan terhadap formula yang ditentukan. Salah satu cara yang dapat ditempuh yaitu dengan mengetahui stabilitas oksidasi dari produk yang diuji sehingga uji stabilitas oksidasi menjadi hal yang esensial dalam pemantauan kualitas produk.

Perubahan iklim yang terjadi memicu penurunan kualitas udara, peningkatan stress bahkan hingga penuaan dini. Dikutip dari World Health Organization (WHO), perubahan iklim menjadi salah satu penyebab meningkatnya radiasi sinar ultraviolet berlebih yang merupakan salah satu penyebab utama penuaan dini bahkan penyakit kanker kulit. Oleh karena itu, dewasa ini perawatan kulit tidak hanya dilakukan oleh kaum wanita, melainkan juga kaum pria sehingga kebutuhan produk perawatan kulit pun meningkat. Meningkatnya kebutuhan pasar, membuat banyak pelaku industri kosmetik berlomba - lomba untuk membuat inovasi demi menciptakan produk yang kaya manfaat dengan kualitas terbaik seefisien mungkin.

Antioksidan merupakan zat yang lazim digunakan dalam produk kecantikan dan berfungsi untuk menangkal radikal bebas yang terbentuk pada lapisan kulit. Dalam studi yang dilakukan oleh Balboa, dkk. (2017), antioksidan yang berasal dari ekstrak tumbuhan seperti rumput laut cokelat (Sargassum muticum) dapat diaplikasikan pada krim tabir surya (suncream) dan mampu mencegah oksidasi lipid. Studi lain juga dilakukan yakni oleh Hoang, dkk. (2021) terkait sifat antioksidan dari bahan alam yang dapat menstabilkan produk kosmetik serta menghentikan reaksi radikal pada kulit manusia yang disebabkan oleh reactive oxygen species (ROS).  Contoh sumber antioksidan dari bahan alam lainnya yang dapat diekstrak yakni teh hijau, buah anggur, daun rosemary (Rosmarinus officinalis), kulit kayu pinus, buah delima dan sebagainya. Tentunya, kajian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui karakteristik antioksidan yang diekstrak serta menentukan formulasi yang tepat.

 

Uji Stabilitas Oksidasi (Oxidation Stability Test)

Kestabilan suatu produk merupakan kunci dasar penentu kualitas produk yang mencakup parameter fisik seperti tampilan fisik, tekstur serta bau. Jika produk kurang stabil, maka lipid yang terkandung dalam kosmetik dapat teroksidasi yang menyebabkan munculnya bau tengik hingga tekstur yang berair akibat terpisahnya fasa organik dan fasa air pada produk. Metode yang dapat ditempuh untuk mengetahui kestabilan suatu produk yaitu dengan melakukan uji stabilitas dengan chamber cuaca (climate chamber) atau dengan uji stabilitas oksidasi. 

Pada metode chamber cuaca (climate chamber), produk disimpan pada kondisi tertentu dalam kurun waktu tertentu dan diamati kestabilannya dengan memantau nilai dari parameter - parameter kritis secara berkala. Sedikit berbeda dengan metode ini, uji stabilitas oksidasi dilakukan dengan cara memanaskan sampel pada suhu tinggi yang disertai dengan aliran gas oksigen untuk mempercepat proses oksidasi sampel. Dalam hal ini, nilai periode induksi (induction period/ IP stand) akan diukur sebagai penentu kestabilan suatu produk.

Metode chamber cuaca merupakan metode yang relevan berdasarkan standar internasional International Conference of Harmonization (ICH) Q1A dan Q1B, namun metode uji stabilitas oksidasi terhadap produk kosmetik juga disarankan oleh standar internasional lain yakni American Oil Chemist Society (AOCS) Cd 12c-16. Penggunaan metode stabilitas oksidasi memungkinkan uji stabilitas yang dilakukan akurat dengan durasi yang sangat efektif untuk mengetahui bahan dan formula yang tepat untuk pembuatan produk

Dilansir dari Velp application note, sebagai contoh pengujian kestabilan krim wajah dengan formulasi yang berbeda dan diberikan simbol sebagai krim wajah A, krim wajah B serta krim wajah C. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui krim dengan formula mana yang paling stabil untuk diaplikasikan. Kondisi yang diaplikasikan pada sampel yaitu pemanasan pada suhu 100oC dengan tekanan oksigen sebesar 6 bar sehingga dihasilkan data sebagai berikut:

Tabel 1. Data Hasil Uji Stabilitas Oksidasi pada variasi Formula Produk Krim Wajah



 

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa krim wajah A memiliki nilai periode induksi (induction period/ IP stand) yang paling tinggi. Dalam hal ini, semakin besar nilai IP stand suatu sampel maka semakin stabil produk tersebut sehingga dapat dikatakan bahwa krim wajah A memiliki stabilitas oksidasi yang tertinggi.

 

Instrumen Uji Stabilitas Oksidasi

Pengujian stabilitas oksidasi dilakukan dengan menggunakan alat reaktor stabilitas oksidasi yakni Oxitest. Dalam pengoperasiannya, alat reaktor Oxitest dioperasikan melalui PC/komputer menggunakan Software. Untuk analisa, reaktor perlu dihubungkan dengan tabung gas oksigen yang telah dilengkapi dengan regulator tekanan yang berguna untuk mengatur dosis gas oksigen yang dialirkan pada sampel. Hal ini karena setiap sampel membutuhkan tekanan aliran gas oksigen yang berbeda – beda, tergantung pada kadar lipid yang dikandung oleh sampel tersebut. Adapun rangkaian alat Oxitest untuk analisa ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Rangkaian Alat Oxitest untuk Analisa

Selama analisa berlangsung, instrumen Oxitest akan mengukur perubahan tekanan absolut di dalam kedua chamber akibat pengambilan oksigen oleh komponen aktif yang ada pada sampel. Hasil yang akan muncul pada software berupa nilai Induction Period (IP) yang dinyatakan dalam satuan waktu yang berhubungan dengan stabilitas produk dimana semakin lama Induction Period (IP) yang terukur maka semakin stabil produk tersebut. Selain penentuan umur simpan, software ini juga dapat membantu analis dalam melakukan uji untuk melakukan :

  • Evaluasi kecukupan kondisi penyimpanan produk;

  • Evaluasi Efektivitas antioksidan yang digunakan;

  • Evaluasi Bahan packaging yang dapat digunakan untuk produk;

  • Kontrol kualitas bahan baku yang masuk dan produk jadi yang keluar.

Secara fitur, reaktor Oxitest memiliki dua chamber titanium yang tertutup rapat dan dapat diatur suhunya. Alat ini dilengkapi dengan konektor gas oksigen yang dapat menyesuaikan tekanan masing – masing chamber dari skala 0 – 8 bar. Suhu setiap chamber juga dapat diatur dari suhu ambient hingga suhu 110°C.

Gambar 2. Tampilan Alat Oxitest

 

Referensi 

Balboa, Elena., dkk. 2017. Sensory Evaluation and Oxidative Stability of a Suncream Formulated with Thermal Spring Waters from Ourense (NW Spain) and Sargassum muticum Extracts, The Special Issue Cosmetics from Marine Sources, https://www.mdpi.com/2079-9284/4/2/19 diakses pada Tanggal 17 April 2023

Hoang, Hien Thi., dkk. 2021. Natural Antioxidants from Plant Extracts in Skincare Cosmetics: Recent Applications, Challenges and Perspectives, The Special Issue Feature Papers in Cosmetics in 2021https://www.mdpi.com/2079-9284/8/4/106 diakses pada Tanggal 16 April 2023

Hermund, Ditte. B., dkk. 2018. Improving Oxidative Stability of Skin-Care Emulsions with Antioxidant Extracts from Brown Alga Fucus vesiculosus, Journal of The American Oil Chemist’ Society, https://aocs.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1002/aocs.12156 diakses pada Tanggal 18 April 2023

International Conference of Harmonization (ICH). 2003. ICH Topic Q 1 A (R2)​ : Stability Testing of New Drugs Substances and Products. European Medicines Agency

International Conference of Harmonization (ICH). 2003. ICH Topic Q1B : Photostability Testing of New Active Substances and Medicinal Products. European Medicines Agency

Velp Scientifica. 2017. Oxidation Stability of Various Types of Oils - Evaluation of A New Antioxidant Effectiveness, https://www.velp.com/public/file/VELPApplicationNoteOilsAntioxidant-261952.pdf diakses pada Tanggal 18 April 2023

Velp Scientifica. 2017. Oxidation Stability of Face Cream, https://www.velp.com/public/file/oxidation-stability-of-face-cream-206260.pdf diakses pada Tanggal 14 April 2023

World Health Organization. 2022.  Ultraviolet Radiation,   https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ultraviolet-radiation diakses pada Tanggal 18 April 2023

Previous Article

Muffle Furnace

Tuesday, 16 June 2026
VIEW DETAILS

Next Article

Kontrol Limbah Domestik Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Wednesday, 19 April 2023
VIEW DETAILS