Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364352{main}( ).../news-detail.php:0
Preparasi Sampel Kosmetik untuk Analisis Mikrobiologi

Preparasi Sampel Kosmetik untuk Analisis Mikrobiologi

Wednesday, 29 December 2021

Pesatnya perkembangan industri kosmetik di Indonesia mengharuskan para produsen maupun konsumen lebih serius dan berhati dalam mempertahankan kualitas produk yang diproduksi maupuj yang digunakan. Salah satu pengujian yang penting untuk dilakukan dalam memastikan kualitas produk kosmetik adalah uji cemaran mikroba. Hal ini telah ditetapkan dalam peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik (BPOM) Indonesia No. 12 Tahun 2019. Pada artikel sebelumnya telah dibahas cara pengujian cemaran mikroba dalam kosmetika. Analisis cemaran mikroba yaitu mencakup bakteri dan jamur. Namun sebelum melakukan analisis sebaiknya sampel kosmetik yang akan diuji dipersiapkan secara baik dan benar agar menghasilkan hasil yang akurat. Preparasi sampel uji kosmetik meliputi jumlah atau bobot sampel uji dan cara pencampuran sampel dengan media kultur analisis.

Cara Homogenisasi yang Benar Berbagai Jenis Sampel Kosmetik

Jenis sampel produk kosmetik yang dianalisis dapat berupa; bubuk, dry dan wet pods, foundation dan mascara

1. Bubuk dan dry pods

  1. Sampel ditimbang dengan menggunakan timbangan analitiki sebanyak 1 gram.
  2. Kemudian sampel diencerkan dalam media kultur dengan perbandingan 1:10.
  3. Kemudian pencampuran dilakukan dengan menggunakan multi-tube vortex untuk hasil homogenisasi yang benar (selama 10 detik).
  4. Setelah homogen, sampel siap dituang ke dalam cawan petri, dan disepuh dengan selective broth yang disesuaikan dengan mikroba yang akan diuji.

2. Foundation, mascara, dan wet pods

  1. Sampel ditimbang dengan menggunakan timbangan analitiki sebanyak 1 gram.
  2. Untuk memudahkan pencampuran produk, penggunaan deterjen (Tween 80) dengan bobot yang sama dengan sampel yaitu 1 gram.
  3. Kemudian pencampuran sampel deterjen dilakukan dengan menggunakan multi-tube vortex untuk hasil homogenisasi yang benar (selama 10 detik).
  4. Kemudian sampel diencerkan dalam media kultur dengan perbandingan 1:9.
  5. Kemudian pencampuran dilakukan dengan menggunakan multi-tube vortex untuk hasil homogenisasi yang benar (selama 15 detik).
  6. Setelah homogen, sampel siap dituang ke dalam cawan petri, dan disepuh dengan selective broth yang disesuaikan dengan mikroba yang akan diuji.

Adapun contoh alat multi-tube vortex ditampilkan pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Multi-tube vortex

 

,

Previous Article

Total Asam dalam Makanan dan Minuman

Monday, 20 December 2021
VIEW DETAILS

Next Article

Efisiensi Pengujian Biochemical Oxygen Demand (BOD) pada Air Limbah Industri Semen

Wednesday, 05 January 2022
VIEW DETAILS