| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364512 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Mengapa kemurnian minyak atsiri (essential oil) sangat penting?
Kemurnian minyak esensial adalah salah satu parameter kualitas yang paling penting. Ketika minyak atsiri tercemar atau terkontaminasi, minyak itu menjadi kurang efektif dan bahkan bisa berbahaya karena dapat mengganggu kesehatan jika digunakan.
Lalu, cara apa yang paling sederhana dan paling cepat untuk mengukur kemurnian minyak atsiri?
Putaran optik membantu menentukan kemurnian bahan minyak esensial dengan cara yang cepat, efektif, dan tidak merusak. Alat yang disebut Polarimeter dapat digunakan untuk mengukur Putaran Optik minyak atsiri berdasarkan standar SNI, AOAC, OIML dan European Pharmacopoeia.
Minyak Atsiri
Minyak asiri atau minyak atsiri memiliki nama lain seperti minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak aromatik (aromatic oil) atau minyak uap (volatile oil) yang dihasilkan oleh tanaman. Minyak atsiri ini umumnya berasal dari ekstraksi tanaman, namun minyak atsiri juga dapat disintesis dengan mereaksikan trigliserida dan enzim. Minyak atsiri dapat diekstrak dari bagian tanaman, yaitu, dari daun, bunga, buah, biji, batang/kulit dan akar (rhizome).
Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak (lipofil).
Minyak atsiri secara umum digunakan sebagai bahan pengikat (fixatif) dalam pembuatan parfum, pewangi, kosmetika, farmasi, dan bisa digunakan sebagai bahan penyedap (flavoring agent) dan bumbu dalam industri makanan dan minuman. Hampir semua atsiri bersifat antibakteri. Beberapa minyak atsiri yang dapat digunakan sebagai antiseptik juga mempunyai fungsi yang lebih spesifik seperti minyak sereh terkenal dengan fungsi anti nyamuknya, minyak pala anti-inflammatori, minyak kayu putih sebagai anti iritasi, jahe sebagai stimulan, analgesik, anti radang, minyak jeruk purut sebagai anti depresi dan gaharu sebagai anti rematik. Dari berbagai manfaat tersebut, maka banyak pelaku industri yang menambahkan minyak atisiri pada produknya, terutama pada produk perawatan tubuh agar memberi keharuman yang khas pada produk tersebut.
Pada umumnya minyak atsiri bersifat optis aktif sehingga dapat memutar bidang polarisasi cahaya. Hal ini karena struktur molekul minyak atsiri tersusun dari banyak atom C asimetrik. Putaran optik merupakan sifat fisika suatu zat atau senyawa yang merupakan ukuran aktivitas optik yang disebabkan oleh adanya interaksi cahaya dengan zat atau senyawa yang dianalisis. Kebanyakan minyak atsiri ketika disinari maka akan memutar bidang polarisasi ke kanan (dextroraory, tanda (+)) atau ke kiri (laevorotary,tanda (-)).
Tabel 1. Tabel Contoh Besaran Putaran Optik Beberapa Minyak Atsiri
| Minyak Atsiri | Putaran Optik (derajat) | Sumber Standar |
|---|---|---|
| Minyak Kayu Putih | (-4) - 0 | SNI 06-3954 -2006 |
| Minyak Nilam | (-48) - (-65) | SNI 06-2385-2006 |
| Minyak Jahe | (-32) - (-14) | SNI 06-1312-1998 |
| Minyak Serai Wangi (C.flexuosus) | (+0,2) | SNI 06-3953-1995 |
| Minyak Serai Wangi (C. citratus) | (+1,4587) | SNI 06-3953-1995 |
| Minyak Pala | (+6,20) - (+19,3) | SNI 06-2388-2006 |
| Minyak Kenanga | (-40) - (-15) | SNI 06-3949-1995 |
| Minyak Cendana | (-1) | SNI 06-0009-1987 |
Baik arah perputaran optik maupun besar putaran bersifat penting dalam menentukan kemurnian minyak atsiri. Aktivitas optik ini dapat ditentukan dengan menggunakan alat polarimeter.
Prinsip Polarimeter
Prinsip dasar polarimeter adalah pengukuran daya putar optik suatu zat yang menimbulkan terjadinya putaran bidang cahaya yang terpolarisasi. Pemutaran bidang cahaya terpolarisasi oleh senyawa optis aktif ada dua macam yaitu sebagai berikut:
Jika suatu sinar yang datang dari sumber cahaya dilewatkan pada suatu larutan melalui polarizer (prima terpolarisasi) dan menuju analizer, larutan itu akan meneruskan cahaya atau larutan tersebut menyerap cahaya yang arahnya tegak lurus dengan arah ini. Disini larutan digunakan sebagai suatu plat pemolarisasi atau polarisator. Akhirnya cahaya yang keluar dari larutan adalah cahaya yang terpolarisasi bidang. Bila polarizer dan analizer saling tegak lurus (bidang polarisasinya juga tegak lurus), maka tidak ada sinar yang ditransmisikan melalui medium diantara polarizer. Jika yang ditempatkan adalah larutan yang bersifat optik aktif maka sinar akan ditransmisikan.

Gambar 1. Prinsip Polarimeter
Di dalam laboratorium, polarimeter digunakan untuk banyak tujuan oleh orang-orang teknis seperti analis QC dan analis R&D. Polarimeter mengukur aktivitas optik suatu zat. Ini dilakukan dengan melewatkan cahaya terpolarisasi melalui suatu zat dan mengamati sudut cahaya yang dipancarkan. Zat yang aktif secara optik akan memutar cahaya yang terpolarisasi sementara zat yang tidak aktif secara optik akan memiliki sudut 0 °. Telah dikaji lebih lanjut tentang polarimeter, bahwa polarimeter juga dapat mengidentifikasi enansiomer suatu senyawa untuk membedakan satu molekul dari yang lain. Adapun perbandingan antara polarimeter manual dan polarimeter digital ditampilkan dalam Tabel 2.
Tabel 2. Perbandingan Polarimeter Manual dan Polarimeter Digital
| Jenis Polarimeter | Polarimeter Manual | Polarimeter Digital |
|---|---|---|
| Cara Pembacaan | analis dapat mengamati bidang visual ynag berbeda melalui teleskop. Tabung ditempatkan ke dalam chamber pengukuran dan terdapat roda control untuk mengatur kecerahan. Jika sudah dilakukan zero pada alat dan sampel dimasukkan ke dalam tabung, maka skala teleskop dapat dicatat dan pengukuran selesai. | Analis hanya memasukan sampel dan menekan tombol, kemudian menunggu hasil pembacaan dalam bentuk digital. |
| Sifat Pembacaan | Polarimeter manual bersifat subjektif, artinya pembacaan tergantung pada penglihatan analis. Polarimeter ini mengharuskan pengguna untuk secara fisik menggunakan matanya untuk menilai "penyelarasan" dan sudut rotasi. | Berbeda dengan digital polarimeter yang sekarang sudah otomatis (full automatic), Polarimeters digital otomatis hanya mengharuskan pengguna untuk menekan tombol dan menunggu pembacaan digital. Polarimeter digital otomatis dengan cepat menghasilkan hasil yang akan ditampilkan pada display alat dan akurat. |
| Suhu | Polarimeter manual ini harus mengkondisikan sampel di luar instrumen terlebih dahulu agar suhunya sesuai dengan yang dipersyaratkan (menggunakan instrument lain untuk mengkondisikan suhu sampel). | Sedangkan pada polarimeter digital otomatis yang modern telah memasukkan Peltier Elements untuk secara aktif mengontrol suhu. Teknik khusus seperti tabung sampel yang dikontrol suhu mengurangi kesalahan pengukuran dan memudahkan pengoperasian. |
Berdasarkan perbandingan tersebut, polarimeter digital memiliki kelebihan dibandingkan dengan polarimeter manual karena mudah digunakan, mengurangi kesalahan dalam pembacaan (human error), cepat dalam pembacaan hasil dan memiliki akurasi yang lebih.
Referensi:
https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/1742/05.3%20bab%203.pdf?sequence=10&isAllowed=y (Puspitasari,Nara. 2016.)
https://ano.web.id/putaran-optik-pada-minyak-atsiri/
https://www.xylemanalytics.co.uk/parameters/purity/
https://en.wikipedia.org/wiki/Polarimeter#Manual
https://parenting.orami.co.id/
Julianto, Tatang S.. 2016. Minyak Atsiri Bunga Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.