| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0002 | 363840 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Tahukah Anda pentingnya dilakukan penentuan respirasi mikroba tanah? Respirasi mikroba tanah dihasilkan dari mineralisasi zat organik. Dalam proses ini, zat organik dioksidasi menjadi produk akhir sebagai karbon dioksida (CO2) dan air (H2O), bersamaan dengan pengambilan Oksigen (O2) untuk mikroorganisme aerob. Penetapan respirasi tanah berdasarkan penetapan jumlah CO2 yang dihasilkan oleh mikroba tanah dan jumlah O2 yang digunakan oleh mikroba tanah. Penentuan respirasi mikroba tanah ini dapat dilakukan dengan menggunakan Sensor Respirometri, metode ini juga direkomendasikan dalam ISO 16072:2011.
Respirasi tanah mencerminkan kapasitas tanah untuk mendukung kehidupan tanah termasuk tanaman, pertumbuhan tanaman, fauna tanah, dan mikroorganisme. Ini adalah indikator penting kesehatan tanah, dimana hal tersebut menunjukkan tingkat aktivitas biologis, bahan organik tanah, dan dekomposisi. Secara khusus, selama proses dekomposisi, nutrisi organik yang terkandung dalam bahan organik (misalnya fosfor organik, nitrogen, dan belerang) diubah menjadi bentuk anorganik yang tersedia. Respirasi tanah sebagai salah satu indikator dari aktivitas biologi tanah seperti mikroba, akar tanaman atau kehidupan lain di dalam tanah, dan aktivitas ini sangat penting untuk ekosistem di dalam tanah. Bahan organik tanah berasal dari tanaman yang tumbuh diatasnya, sehingga kadar bahan organik tanah sangat tinggi pada lapisan atas tanah dan menurun dengan bertambahnya kedalaman tanah. Tanah yang bervegetasi akan mempunyai kadar bahan organik yang tinggi, sebaliknya pada tanah yang gundul tanpa vegetasi maka kadar bahan organiknya rendah. Bahan organik memiliki peran penting dalam menentukan kemampuan tanah untuk mendukung tanaman. Oleh karena itu, jika bahan organik tanah menurun, kemampuan tanah dalam mendukung produktivitas tanaman juga menurun. Menurunnya kadar bahan organik tanah merupakan salah satu bentuk kerusakan tanah yang umum terjadi. Tinggi rendahnya bahan organik juga mempengaruhi jumlah dan aktivitas metabolik organisme tanah. Meningkatnya kegiatan organisme tanah tersebut akan mempercepat dekomposisi bahan organik.
Penentuan Respirasi Mikroba Tanah
Penentuan respirasi mikroba tanah dilakukan dengan menyiapkan sampel tanah dengan kelembapan yang tepat kemudian sejumlah sampel dimasukkan ke dalam Erlenmeyer khusus untuk penggunaan dengan sensor respirometri dan diinkubasi di dalam inkubator pada suhu 20-25 °C dan sensor respirometri dijalankan dan pengujian dilakukan minimal selama 15 hari dengan mengukur tekanan (mbar atau hPa) yang dihasilkan selama respirasi terjadi.
Pengukuran respirasi mikroba dapat dilakukan dengan menggunakan Sensor Respirometri. Pengukuran dengan menggunakan Sensor Respirometri memudahkan user dalam penyajian data karena Sensor Respirometri secara langsung mentransmisikan data ke PC atau komputer yang memungkinkan pemantauan kurva analisis dilakukan secara real-time. Penggunaan Sensor Respirometri memungkinkan Studi respirometri dapat dilakukan selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan.
Contoh alat penentuan respirasi mikroba tanah ditunjukkan pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Contoh alat penentuan respirasi mikroba tanah
Referensi:
ISO 16072:2011 Soil quality — Laboratory methods for determination of microbial soil respiration.
Nasution, Natasya A. P., S. Yusnaini., Ainin N., & Dermiyati. 2015. Respirasi Tanah pada Sebagian Lokasi di Hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)