| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364080 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Penentuan protein merupakan parameter penting dalam menunjukkan kualitas susu. Protein susu merupakan kelompok molekul yang sangat heterogen, terdiri dari lima kategori yaitu kasein, protein whey, protein globul lemak susu, enzim dan protein minor lainnya. Protein utama adalah kasein dan protein whey. Kasein terfraksinasi menjadi α-, β-dan κ-kasein, sementara protein whey termasuk laktalbumin, β-laktoglobulin, bovine serum albumin (BSA) dan imunoglobulin (Ig). Protein susu bukan hanya berfungsi sebagai asupan kecukupan gizi, tetapi juga fungsi lainnya seperti mengontrol tekanan darah tetap stabil, untuk pertumbuhan dan kesehatan otot, menjaga kesehatan jantung dan manfaat lainnya. Dengan berbagai manfaat protein dalam susu perlu dipastikan bahwa sudah sesuai dengan syarat mutu yang dianjurkan oleh Badan Standar Nasional Indonesia (BSNI). Penentuan protein dalam susu umumnya dilakukan dengan metode Kjeldahl yang meliputi tiga tahapan yaitu destruksi dengan menggunakan instrument destruksi, destilasi dan titrator dengan menggunakan instrument destilasi dan titrator atau instrument destilasi yang telah dilengkapi dengan titrator.
Adapun syarat mutu kadar minimum protein dalam dalam susu yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini:
|
Susu |
Kadar Protein Minimum (%) |
|
Susu coklat bubuk |
11,0 |
|
Susu kental manis |
6,5 |
|
Susu skim kental manis |
7,8 |
|
Susu skim Sebagian kental manis |
6,8 |
|
Susu kental manis tinggi lemak |
4,8 |
|
Susu sapi segar |
2,8 |
|
Susu UHT (Ultra High Temperature) |
2,7 |
|
Susu kedelai |
2,0 |
|
Minuman susu |
1,0 |
|
Minuman susu fermentasi |
1,0 |
|
Susu pasteurisasi |
2,7 |
|
Susu cair plain |
2,7 |
|
Susu bubuk |
32 |
Cara Mudah Penentuan Protein dalam Susu dengan Metode Kjeldahl
Penentuan protein dalam susu, tidak serumit yang dibayangkan jika Anda menggunakan instrument yang tepat untuk mendukung metode analisa. Sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Association of Analytical Communities (AOAC), penentuan protein dalam susu dilakukan dengan menggunakan metode Kjeldahl yang terdiri dari tiga tahapan yaitu destruksi, destilasi, dan titrasi. Ketiga tahapan ini dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan akurat dengan penggunaan instrument destruksi, instrument destilasi dan titrator atau instrument destilasi yang dilengkapi dengan titrator.
Penentuan protein pada susu dengan menggunakan rangkaian instrument metode Kjeldahl dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Langkah Penggunaan Instrument Destruksi (Digestion)
Sampel susu diaduk dengan menggunakan magnetic stirrer pada kecepatan 700 rpm selama 60 detik. Lalu masukkan sampel ke dalam test tube dan tambahkan tablet VCM, asam sulfat pekat (96-98%), dan hydrogen peroksida (~30%). Setelah itu instrument destruksi dihubungkan dengan instrument pelengkap yaitu scrubber dan resirkulator untuk menetralkan gas beracun yang dihasilkan selama tahap destruksi. Destruksi sampel dilakukan selama 15 menit pada suhu 150 °C, selanjutnya ditambah 15 menit pada suhu 250 °C dan 40 menit pada suhu 420 ° C sesuai dengan metode susu dan produk dairy.
2. Penggunaan instrument destilasi dan titrasi
Setelah tahapan destruksi dilakukan, test tube didinginkan hingga mencapai suhu 50 - 60 °C. Distilasi sampel dilakukan pada instrument destilasi dan titrator atau pada instrument destilasi yang dilengkapi titrator dengan memerhatikan parameter H2O, H2SO4 (0,1 N) sebagai larutan titran, NaOH (32%) dan faktor protein yang disesuaikan dengan jenis sampel susu. Dengan penggunaan instrument, waktu yang diperlukan untuk tahap destilasi dan titrasi dapat dipersingkat dengan rata-rata waktu untuk satu analisa adalah 5 menit.
Instrument metode Kjeldahl dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Instrument Metode Kjeldahl
Adapun kelebihan atau keuntungan penggunaan rangkaian instrument metode Kjeldahl untuk penentuan protein dalam suus adalah sebagai berikut.
Referensi:
Susanti, R dan E. Hidayat. 2016. Profil Protein Susu dan Produk Olahannya. Jurnal MIPA 39(2)(2016) Universitas Negeri Semarang
SNI 3572-2009 susu coklat bubuk
SNI 2971-2011 susu kental manis
SNI 3141.1-2011 Susu segar-Bagian 1: Sapi
SNI 3950:2014 Susu UHT (Ultra High Temperature)
SNI 01-3830-1995 Susu Kedelai
SNI 8418-2018 Minuman Susu
SNI 7552-2018 Minuman Susu Fermentasi
SNI 3951-2018 susu pasteurisasi
SNI 8984-2021 susu cair plain
SNI 2970-2022 susu bubuk
Velp Scientifica. 2013. N/Protein Determination in Milk according to the Kjeldahl method. Velp Scientifica
Velp Scientifica. 2013. Whey Protein Determination in Milk according to the Kjeldahl method. Velp Scientifica
Velp Scientifica. 2014. N/Protein Determination in Milk Powder according to the Kjeldahl method. Velp Scientifica