Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001363208{main}( ).../news-detail.php:0
Penentuan Kadar Padatan Total (Total Solid) dalam Tinta

Penentuan Kadar Padatan Total (Total Solid) dalam Tinta

Thursday, 18 November 2021

Tinta sangat berperan penting dalam bidang percetakan sehingga produksi berbagai jenis tinta juga semakin meningkat. Akan tetapi sebagian besar tinta yang digunakan saat ini mengandung bahan kimia yang berbahaya. Untuk itu penting bagi produsen tinta memastikan bahwa tinta yang diproduksi mengandung bahan campuran yang tepat yaitu dengan cara menguji kadar padatan total seperti yang distandarkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 06-1568 Tahun 1989 dan SNI No. 06-1567 Tahun 1989.

Tinta merupakan sebuah media yang sangat kompleks, berisikan pelarut, pigmen, celupan, resin dan pelumas, sollubilizer, surfaktan, materi-materi partikuler, pemijar, dan material-material lainnya yang berfungsi untuk mewarnai bidang atau untuk menghasilkan suatu gambar, teks ataupun sebuah desain. Tinta secara umum terdiri dari 4 jenis yaitu aqueousliquid, pasta dan powder.  Dalam memastikan kualitas produk tinta, salah satu pengujian yang wajib dilakukan pada produk tinta yaitu penentuan kadar padatan total (total solid). Terdapat dua cara yang dapat digunakan untuk menentukan Kadar Padatan Total dalam tinta, yaitu dengan cara konvensional menggunakan oven dan dengan cara modern menggunakan moisture analyzer.

1. Uji Kadar Padatan Total dengan Menggunakan Oven

Dalam pengujian kadar padatan total dengan menggunakan metode oven, sejumlah sampel ditimbang dalam piring aluminium foil yang mengandung 3 ml pelarut yang sesuai (pure water, toluene p.a atau Ethoxy Ethil Acetate p.a , didispersikan, dan dipanaskan dalam oven pada 110 ± 5º C selama 60 menit. Persentase padatan total dihitung dari penurunan/penyusutan berat sampel.

V= 100 – [(W2-W1)/S x 100%]

dengan :

W1 = adalah berat cawan, gram;

W2 = adalah berat cawan + contoh setelah pemanasan, gram;

S = adalah berat contoh, gram.

 

Kemudian, nilai kadar padatan total adalah:

N = 100 – V

Meski masih terdapat kekurangan pada metode oven seperti waktu analisis yang cukup lama, namun metode masih efisien untuk dilakukan.

Gambar 1. Contoh alat Oven

 

2. Uji Kadar Padatan Total dengan Menggunakan  Moisture Analyzer

Meski penggunaan oven masih lazim, namun terdapat alternatif alat yang lebih praktis dan efektif dalam menentukan Kadar Padatan Total, yaitu dengan menggunakan Moisture Analzyer. Hal ini karena alat tersebut dapat memberikan hasil yang sebanding dengan metode oven dan memberikan waktu pengerjaan singkat yaitu dari 2-3 jam menjadi 5-15. Selain itu, alat ini bekerja secara termogravimetri. Setelah didapatkan hasil (V) dari alat, maka pengguna hanya akan mengunakan satu rumus untuk mendapatkan nilai padatan total (N) yaitu sebagai berikut:

N = 100 – V

Pengukuran kadar padatan total berdasar pengukuran kadar padatan total (moisture content) menggunakan halogen moisture analyzer menghasilkan pengukuran yang cepat dan akurat karena kadar padatan total dihitung secara otomatis dari perbedaan berat..

Gambar 2. Contoh alat Moisture Analyzer

 

Referensi:

Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 06-1568 Tahun 1989 Tentang Tinta Sidik Jari

Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 06-1567 Tahun 1989 Tentang Tinta Cap

 

Previous Article

Pengujian Cemaran Mikroba Berdasarkan Peraturan BPOM RI: Bagian I

Thursday, 11 November 2021
VIEW DETAILS

Next Article

Uji Lemak pada Produk Olahan Susu (Dairy Products)

Thursday, 25 November 2021
VIEW DETAILS