| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364384 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Air (H2O) mempunyai kemampuan untuk melarutkan banyak zat-zat organik. Air (H2O) sering terkandung dalam minyak mentah (crude oil) sebagai fasa cair bersama dengan minyak atau gas yang terlarut didalamnya. Namun pada crude oil dan petroleum products (produk-produk minyak bumi), keberadaan air harus dihilngkan karena air termasuk dalam kategori pengotor. Semakin banyak pengotor yang terkandung dalam produk minyak bumi, semakin rendah kualitas dan mutu produk tersebut. Alasan utama mengapa air tidak dapat ditoleransi dalam produk minyak bumi adalah air dapat menyebabkan lonjakan-lonjakan panas lonjakan-lonjakan panas, tekanan pada crude distillation unit akan menjadi naik, dan mengakibatkan pengolahan tidak maksimal. Selain air, pengotor lain yang juga harus dikurangi dan dihilangkan keberadaannya adalah senyawa-senyawa sulfur (S), nitrogen (N), dan oksigen (O).
Kandungan air (H2O) perlu ditentukan agar bisa diketahui berapa prosentase kandungan air (H2O) di dalam crude oil atau petroleum product. Sebagai contohnya minyak lumas, keberadaan air dapat menyebabkan korosi awal dan keausan, peningkatan beban debris mengakibatkan berkurangnya pelumasan dan penyumbatan filter lebih awal, menghalangi, kerja aditif, dan membantu pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penentuan kadar air pada crude oil dan petroleum product. Teknik Karl Fischer paling umum digunakan untuk penentuan kadar air karena kecepatan dalam pengkurannya, akurasi dan kemudahan penggunaan teknik dimaksud.
Penentuan Kadar Air pada Crude Oil dan Petroleum Product dengan Teknik Karl Fischer
Prinsip pengukuran kadar air dengan teknik Karl Fischer yaitu sampel biasanya diinjeksikan ke dalam sel titrasi dimana pelarut yang sesuai melarutkannya. Isi sel kemudian dititrasi hingga benar-benar kering dengan larutan yang mengandung yodium.
Hal-hal yang penting dan perlu diperhatikan dalam teknik Karl Fischer adalah sebagai berikut:
1. Titrant
Penentuan kadar air didasarkan pada oksidasi sulfur dioksida oleh keberadaan yodium air:
I2 + SO2 + 2H2O → 2HI + H2SO4
Reaksi kimia ini digunakan dalam titrasi Karl Fischer untuk penentuan air kuantitatif. Kunci komponen titran adalah yodium. Komponen kunci pelarut adalah sulfur dioksida. Kemudian komponen utama dari titran dan pelarut dilarutkan dalam metanol.
2. Pelarut
Pelarut harus memastikan stoikiometri reaksi Karl Fischer dapat melarutkan sampel dan produk reaksi. Selain itu, pelarut juga harus dapat mengaktifkan deteksi titik akhir. Salah satu contoh penggunaan pelarut dalam pengujian kadar air pada produk oli motor yaitu campuran pelarut etanol dan kloroform.
3. Elektroda indikator
Elektroda terpolarisasi dengan arus gelombang persegi bolak-balik sehingga mendeteksi titik akhir titrasi yang didasarkan pada deteksi sedikit kelebihan yodium. Ini terjadi ketika air tidak terdeteksi atau tersedia lebih lama di sel Karl Fischer.
Salah satu contoh penentuan kadar air dilakukan pada petroleum product yaitu diesel fuel dengan mengikuti pedoman American Society for Testing Material (ASTM) sebagai metode standar pengujian bahan bakar. Penentuan kadar air dilakukan dengan menggunakan alat Automatic Karl Fischer Titrator dengan cara sebagai berikut:
Contoh alat Automatic Karl Fischer Titrator dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini.

Gambar 1. Alat Automatic Karl Fischer Titrator
Baca Juga :
Referensi:
Diktat, Pusdiklat Migas Cepu ; Modern Petroleum Technology, Hobson G.D ; Petroleum Refinery Engineering, Nelson W.L dan Modern Petroleum Refining Processes., Bhaskara Rao B.K dalam https://www.iatekunsri.com/artikel/keteknikkimiaan/93-pengetahuan-minyak-dan-gas-bumi-1-crude-oil?showall=1
Wiyantoko, B. 2016. Modul Kuliah Kimia Petroleum. Program DIII Analis Kimia FMIPA Universitas Islam Indonesia. https://diploma.chemistry.uii.ac.id/wp-content/uploads/2018/01/Modul-Kimia-Petroleum2.pdf
SNI 8262-2016 Tentang Metode uji standar untuk penetapan air dalam produk petroleum, minyak lumas dan aditif dengan titrasi coulometric Karl Fischer (ASTM D6304-07, IDT).