| ( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Call Stack | ||||
| # | Time | Memory | Function | Location |
| 1 | 0.0001 | 364512 | {main}( ) | .../news-detail.php:0 |

Bagaimana cara memantau nilai klorin? Pada Artikel sebelumnya, telah dijelaskan bahwa kadar klorin dapat dipantau dengan beberapa cara, yakni pengujian secara laboratorium dan pengujian secara langsung di lapangan. Berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI) Nomor 3553 Tahun 2023, kadar klorin pada air mineral tidak boleh melebihi 0.1 mg/L. Karena sifatnya yang mudah menguap, pengujian klorin juga direkomendasikan untuk dilakukan secara online. Hal ini untuk mencegah hilangnya sebagian zat klorin dan agar hasil yang didapat tervalidasi dan akurat. Uji klorin secara online ini dilakukan dengan menggunakan Alat Chlorine Analyzer Online .
Klorin merupakan zat yang biasanya ditemukan dalam bentuk liquid yang mudah menguap dan dipergunakan untuk desinfeksi atau membunuh bakteri. Proses dosing klorin disebut sebagai klorinasi (chlorination). Untuk mengukur kadarnya, analis dapat melakukan sampling dan menggunakan instrumen online. Jika secara sampling, maka cara pengambilan sampel pun perlu dilakukan dengan cermat. Dalam hal ini, pengambilan sampel harus dilakukan dengan menggunakan wadah bersih dengan ukuran 1 Liter. Keluaran sampel klorin perlu ditampung dan dibiarkan meluap hingga keluar dari ujung botol. Biarkan hingga 5 menit untuk mengeluarkan udara dalam botol sehingga tidak ada ruang kosong yang tersisa.
Adanya ruang dalam botol saat sampling dilakukan sama saja memberikan ruang pada klorin (chlorine/ Cl2) untuk menguap pada rongga tersebut. Ketika tutup botol dibuka, sebagian klorin telah berubah menjadi gas dan keluar bersama dengan udara yang ada di dalamnya. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri dalam mengumpulkan sampel (sampling) untuk pengujian klorin.
Secara garis besar klorin dapat diuji baik secara laboratorium ataupun secara lapangan. Jika pengujian hendak dilakukan dalam laboratorium, analis dapat menggunakan metode spektrofotometri atau metode elektrometri. Kadar klorin dalam sampel dapat diukur secara fotometri pada panjang gelombang 515 nm. Namun analis dapat mengkaji ulang panjang gelombang maksimum ini dengan melakukan scanning terdapat larutan baku standar yang sudah dipreparasi.
Lain halnya dengan metode fotometri, metode elektrometri menggunakan alat ISE meter. ISE adalah singkatan dari ion selective electrode, yakni elektroda yang sensitif terhadap ion tertentu. Tentunya metode elektrometri ini tetap membutuhkan reagen seperti ion strength adjuster yang digunakan untuk menstabilkan pH dan menambah kekuatan ion yang diukur. Dalam hal ini, membran elektroda akan membaca kadar klorin dengan mudah dan sistem akan membandingkan perbedaan potensial yang terjadi antara potensial dari elektroda uji/ elektroda kaca dan elektroda referensi. Perbedaan potensial ini kemudian akan dikonversikan oleh satuan ke dalam satuan konsentrasi.
Namun kedua metode tersebut tidak hanya dapat diaplikasikan sebagai uji laboratorium, berbagai Alat Chlorine Analyzer Online pun mengadaptasikan prinsip dan metode pengukuran ini untuk pengujian klorin secara lapangan. Hanya saja, instrumen laboratorium tidak dapat digunakan dalam aplikasi lapangan. Tentunya, sistem alat lapangan dibuat lebih kokoh dan rigid sehingga lebih aman terhadap suhu yang relatif panas ataupun benturan. Adapun tipe alat instrumen lapangan terbagi menjadi 2 yaitu instrumen portable dan online analyzer.
Instrumen portable bersifat hand carry atau mudah dibawa sedangkan instrumen online analyzer bersifat statis dan langsung dikoneksikan pada sistem IPAL (instalasi pengolahan air limbah) ataupun instalasi pengolahan air lainnya. Namun alat portable tidak bisa diproyeksikan untuk mengukur kadar klorin secara langsung dengan sistem 24/7 seperti alat online analyzer, melainkan analis harus melakukan pengumpulan sampel dalam wadah tertentu. Di sisi lain, pengukurannya tetap membutuhkan pengoperasian dari analisa yang bersangkutan, sedangkan Alat Chlorine Analyzer Online bersifat otomatis dari tahap sampling hingga terbacanya nilai klorin sampel.

Gambar 1. Alat Analisa Klorin (A) secara Laboratorium (B) Secara Lapangan dengan Sampling
Alat Chlorine Analyzer Online adalah instrumen yang digunakan untuk memantau nilai klorin secara langsung, baik pada saat penambahan dosis (dosing), proses treatment ataupun pada hasil keluaran. Alat Chlorine Analyzer Online biasanya mengadaptasikan metode fotometri. Dalam hal ini, instrumen bekerja dengan mengumpulkan sampel dalam porsi tertentu, sehingga sampel tersebut masuk ke dalam chamber analisa yang disebut sebagai kolorimeter. Setelah kolorimeter terisi, alat akan secara otomatis melakukan ‘zeroing’ untuk mengoreksi kekeruhan dan warna pada sampel. Setelah proses ‘zeroing’ ini selesai, alat akan menarik sampel kembali secara otomatis dan membuka pompa reagen sehingga terjadi reaksi antara sampel dan reagen. Reagen yang biasanya digunakan sebagai indikator klorin adalah N,N-Diethyl-p-phenylenediamine (DPD indikator).
Munculnya warna merah muda setelah reaksi menandakan adanya klorin dalam sampel. Intensitas warna yang terbentuk pun berbanding lurus dengan jumlah kadar klorin. Semakin pekat warna merah yang muncul, maka semakin tinggi kadar klorin dalam sampel. Tentunya, reaksi ini juga melibatkan pH optimum, dimana nilainya antara 6.3 - 6.6. Untuk mengkondisikan sampel pada pH tersebut, dilakukan penambahan larutan buffer sebelum reaksi antara sampel dan DPD terjadi.

Gambar 2. Alat Chlorine Analyzer Online
Apa saja hal yang perlu diperhatikan Saat Menggunakan Chlorine Analyzer Online?
Agar pemantauan (monitoring) yang dilakukan berlangsung secara optimal, ada baiknya analis dan operator memperhatikan beberapa hal berikut :
Sebagai disclaimer, Alat Chlorine Analyzer Portable ataupun Online Analyzer tidak menggantikan fungsi alat laboratorium. Ada baiknya jika pengukuran klorin dilakukan secara 2 arah, guna untuk verifikasi dan validasi.
Analisa klorin harus dilakukan sesegera mungkin sesaat setelah sampel dikumpulkan.
Lakukan penggantian larutan buffer dan indikator secara berkala, gunakan petunjuk yang tertera pada buku manual alat Anda.
Lakukan verifikasi dan kalibrasi secara berkala. Verifikasi dapat menggunakan verification kit atau menggunakan instrumen laboratorium maupun portable.
Penggunaan Alat Chlorine Analyzer Online diperuntukkan untuk pemantauan secara kontinu, sehingga disarankan untuk membiarkan alat terus menyala.
Lakukan maintenance seperti penggantian selang (tubing) dan pembersihan kolorimeter alat secara berkala, sesuai dengan yang disarankan oleh vendor terkait.
Banyak hal yang perlu dipertimbangan dalam memilih suatu instrumentasi. Jika Anda hendak menggunakan Alat Chlorine Analyzer Online, beberapa hal berikut dapat memudahkan Anda untuk memilih instrumen yang tepat :
Ketahui karakteristik sampel yang hendak dipantau nilai klorinnya. Terutama pada nilai parameter kekeruhan dan juga warna dan bandingkan dengan spesifikasi sampel yang tertera pada alat.
Jika pemantauan dilakukan bersamaan dengan dosing, yakni dengan mengkoneksikan pompa dosis klorin pada alat. Pilih alat yang dilengkapi dengan output 4 - 20 mA dan relay.
Direkomendasikan untuk memilih alat yang dilengkapi dengan display digital, hal ini agar pemantauan dapat dilakukan secara aktual dan memudahkan operator dalam hal verifikasi dan validasi pengukuran.
Pastikan kecepatan aliran sampel memenuhi syarat instrumen yang dipilih.
Selalu lihat dimensi alat beserta dengan instalasinya. Hal ini untuk menyediakan ruang tersendiri untuk penyaring (Y-strainer) sampel sebelum sampel masuk ke dalam alat.
Disarankan untuk menggunakan Alat Chlorine Analyzer Online yang dibekali dengan Controller yang dapat menyimpan data, yang memenuhi GLP (Good Laboratory Practice)
Dikarenakan pengukuran total klorin dan klorin bebas (free chlorine) yang berbeda, pastikan Anda memilih alat yang tepat sesuai dengan kebutuhan.
Badan Standardisasi Nasional. 2006. Standar Nasional Indonesia Nomor 06-3553 tentang “Air Minum Dalam Kemasan”
Badan Standardisasi Nasional. 2015. Standar Nasional Indonesia Nomor 3554 tentang “Cara Uji Air Minum Dalam kemasan”
Hach Company. 2019. 3 Steps To Ensure Your Disinfection Monitoring is Hitting The Mark, https://cdn.bfldr.com/7FYZVWYB/at/n88rbrq8rfwcpzr89fk45h7f/DOC0435330606.pdf diakses pada Tanggal 6 Februari 2024
Venkobachar, C., dkk. 1977. Mechanism of disinfection: Effect of chlorine on cell membrane functions, Water Research, Vol.11(8) , hal 727 - 729