Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001363048{main}( ).../news-detail.php:0
Monitoring Kadar Air Sediaan Krim Kosmetik

Monitoring Kadar Air Sediaan Krim Kosmetik

Tuesday, 11 August 2026

Parameter apa yang memiliki dampak besar pada krim kosmetik? Peran kadar air sangat esensial dan mempengaruhi beberapa aspek dari krim kosmetik. Studi menyebutkan bahwa kadar air dalam krim kosmetik berpengaruh pada tingkat penyerapannya pada kulit serta efektivitas kerjanya. Bahkan kadar air juga dapat berimbas pada stabilitas serta umur simpan produk yang dihasilkan. Dari segi tampilan fisik, kadar air pun akan berdampak pada tekstur produk. Meskipun begitu, tidak ada acuan secara spesifik yang mewajibkan nilai kadar air krim kosmetik pada rentang tertentu. Nilai ini tetap merujuk pada regulasi yang berlaku di perusahaan terkait serta karakteristik krim kosmetik yang hendak ditargetkan. 

Mengapa kadar air perlu diuji? Kadar air adalah bagian dari formulasi, sehingga penting untuk menyeimbangkan kadarnya dengan komposisi bahan lainnya dalam krim kosmetik. Selain itu, kadar air sangat erat kaitannya dengan efek kelembaban dan daya serap krim dalam kulit sehingga kadarnya perlu diperhitungkan agar efek bioavailabilitasnya bekerja secara optimal sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Secara umum, rentang kadar air pada krim kosmetik berkisar pada 60 - 80%. Jika kadar air krim kosmetik terlalu rendah, tekstur krim menjadi kaku, lengket dan berminyak. Ketika diaplikasikan pada kulit, krim kosmetik dengan kadar air terlalu rendah justru membuat kulit menjadi kering dan berpotensi memproduksi minyak berlebih. Dalam segi komposisi, krim dengan kadar air yang terlalu rendah cenderung kurang stabil karena ketidakseimbangan zat pengemulsi.
 
Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa krim kosmetik dengan kadar air terlalu rendah memiliki potensi kontaminasi mikroorganisme yang rendah, meskipun hal ini masih perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan komposisi bahan lainnya. Sebaliknya, jika kadar air pada krim kosmetik terlalu tinggi, maka krim mungkin menjadi rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme. Kadar air yang terlalu tinggi pada krim kosmetik akan membuat ketidakseimbangan zat pengemulsi sehingga memungkinkan terpisahnya lapisan menjadi 2 fasa, yakni fasa minyak dan fasa air. Hal ini pun juga dapat memicu iritasi kulit ketika krim diaplikasikan, karena tidak stabilnya komposisi bahan kimia yang terkandung didalamnya. Alasan - alasan inilah yang menjadikan kadar air pada krim kosmetik penting untuk dimonitoring.
 

Monitoring Kadar Air pada Krim Kosmetik

Meski tidak secara eksplisit disebutkan sebagai metode rujukan yang baku untuk bidang kosmetik, namun metode USP <921> dapat dijadikan sebagai referensi untuk menentukan kadar air pada krim kosmetik. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah metode titrimetri Karl Fisher dan metode gravimetri. Pembahasan dari masing - masing metode dapat disimak sebagai berikut : 

1. Metode Titrimetri

Metode ini menggunakan titrasi dengan menggunakan Alat konvensional berupa glassware atau Alat otomatis berupa Automatic Titrator. Secara garis besar, metode ini dilakukan dengan mereaksikan air yang terkandung dalam sampel dengan campuran larutan sulfur dioksida dan iodin dalam piridin - etanol. Iodin akan bereaksi dengan air secara proporsional dengan rasion 1 : 1. Kemudian iodin akan dihasilkan kembali dengan adanya penambahan titran. Rentang kadar air sampel pun menentukan perlakuan mana yang perlu diaplikasikan, yakni secara Coulometry atau secara Volumetrik. Titrasi Coulometry diperuntukkan untuk sampel dengan kadar air yang rendah, sedangkan titrasi Volumetri direkomendasikan untuk sampel dengan kadar air menengah hingga tinggi.
 
 

2. Metode Gravimetri

Berbeda dari metode titrimetri Karl Fischer, gravimetri adalah metode analisis kuantitatif yang berprinsip pada perhitungan selisih bobot antara sebelum dan setelah pemanasan dilakukan pada sampel. Menggunakan rangkaian alat seperti Neraca Analitik, desikator dan Alat Oven, metode ini merupakan metode yang cukup lazim digunakan di laboratorium karena mudah dan cost yang relatif lebih murah. Namun terdapat catatan khusus, yakni metode ini dapat diaplikasikan apabila air merupakan satu - satunya komponen volatil yang terkandung dalam sampel. Jika sampel mengandung komponen volatil lainnya, maka user lebih direkomendasikan untuk menggunakan metode titrasi Karl Fischer. 
 
Metode ini dilakukan dengan menimbang bobot sampel dalam suatu wadah dan memasukkannya ke dalam oven untuk dipanaskan pada suhu tertentu dan dalam durasi tertentu. Dalam konteks ini, terdapat 2 alat oven yang dapat digunakan, seperti Alat Vacuum Oven dan Oven umum, yang mana penggunaannya tergantung pada karakteristik sampel yang hendak diuji. Setelah pemanasan selesai, sampel dapat didinginkan dalam desikator, dan ketika suhunya telah telah stabil, sampel kemudian ditimbang bobotnya pada neraca analitik. Kadar air pun dapat dihitung dengan rumus berikut : 
 

Keterangan : 

A adalah berat cawan kosong dinyatakan dalam gram;

B adalah berat cawan + berat contoh awal, dinyatakan dalam gram;

C adalah berat cawan + berat contoh kering, dinyatakan dalam gram.

 

Instrumentasi yang Direkomendasikan

Monitoring kadar air dapat dilakukan menggunakan instrumentasi yang sesuai dengan metode yang dipilih. Dipilihnya metode pengujian kadar air tentu didasarkan pada karakteristik sampel. Umumnya, jika kadar air sediaan krim kosmetik terlalu rendah atau jika krim kosmetik mengandung komponen yang mudah menguap atau bahkan mengandung komponen yang sensitif terhadap suhu, maka penggunaan metode titrimetri sangat direkomendasikan sehingga pada kasus ini, user disarankan untuk menggunakan Alat Automatic titrator Karl Fischer. 

Gambar 1. Tampilan Alat Automatic Titrator Karl Fischer

Selain metode Karl Fischer, metode gravimetri juga menjadi salah satu yang direkomendasikan untuk sediaan krim kosmetik. Metode gravimetri menggunakan kombinasi antara neraca analitik dan Alat Oven Laboratorium. Khusus untuk sampel yang tergolong sensitif terhadap suhu, penggunaan Alat Vacuum Oven dapat dijadikan sebagai alternatif karena user dapat mengkondisikan penguapan kadar air pada suhu rendah dengan cara mengaktifkan vakum sehingga tekanan pada chamber analisis akan berada dibawah tekanan atmosfer ambien. Namun jika tidak, maka Alat Oven Laboratorium yang umum dapat diaplikasikan. 

 

Referensi

Hach Company. 2016. Volumetric two-component ethanol based Karl Fischer Titration. USA : Hach Company

Kelchen, Meghan N, dkk. 2019. A pilot study to evaluate the effects of topically applied cosmetic creams on epidermal responses, Skin Pharmacol Physiol, Vol 15;31(5):269–282

Kern -Sohn Company. 2025. Operating instructions : Analytical balance. Germany : Kern -Sohn Company

Maru, Avish D. dan Swaroop R.Lahoti. 2018. Formulation and Evaluation of Moisturizing Cream Containing Sunflower Wax, Int J Pharm Pharm Sci, Vol 10, Issue 11, 54-59

Memmert. 2025. 5 good reasons for a Memmert, https://www.memmert.com/en/why-memmert/5-good-reasons 

US Pharmacopeia. US Pharmacopeia ?921? Water Determination, https://doi.usp.org/USPNF/USPNF_M99710_02_01.html 

US Pharmacopeia. US Pharmacopeia <731> Loss on Drying. http://www.pharmacopeia.cn/v29240/usp29nf24s0_c731.html 

Previous Article

Metode Pengukuran Parameter COD pada Air Limbah Industri Minyak Sawit

Monday, 03 August 2026
VIEW DETAILS