Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364480{main}( ).../news-detail.php:0
Moisture Analyzer untuk Mengoptimalkan Pengujian Kualitas Cat

Moisture Analyzer untuk Mengoptimalkan Pengujian Kualitas Cat

Monday, 16 December 2024

Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk cat menetapkan kadar padatan total merupakan salah satu parameter wajib dalam uji kualitas produk cat. Metode termogravimetri merupakan metode yang digunakan dalam pengujian kadar padatan total. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan solusi dalam mengefesiensikan suatu pengujian yang dapat dilakukan secara akurat, cepat dan terpercaya dengan penggunaan alat uji moisture analyzer. Moisture Analyzer merupakan salah satu alat analisis yang termasuk dalam alat yang digunakan dalam metode termogravimetri. Artikel ini akan membahas penggunaan moisture analyzer dalam mengoptimalkan pengujian kadar padatan total pada cat. 

Cat adalah campuran bahan kimia yang digunakan sebagai pelapis, pelindung dan dekoratif pada suatu substrat termasuk lak, pernis, cat bubuk dan sejenisnya. Karena berbagai campuran digunakan dalam produksi cat, hal ini menunjukkan bahwa kadar padatan total yang merupakan bahan tidak menguap harus dilakukan pengujian guna mengetahui apakah campuran cat yang diproduksi telah sesuai dengan kualitas yang distandarkan. Adapun bahan dasar pembuat cat secara garis besar terdiri dari beberapa bahan yaitu:

1. Zat pewarna (Pigmen)

Zat pewarna atau pigmen adalah bahan kimia yang terbentuk baik secara alami ataupun melalui proses sintesa. Kualitasnya menentukan daya tutup (strength) pigmen tersebut terhadap media dasarnya. Semakin baik kualitasnya, semakin baik daya tutupnya.

Pigmen untuk pembuatan cat secara umum dibedakan menjadi dua yaitu pigmen eksterior dan interior. Untuk eksterior kualitasnya selain ditentukan oleh daya tutup (strength) juga ditentukan oleh kecepatan memudar (light fastness) karena sinar matahari. Untuk interior kecepatan memudar ini tidak terlalu penting karena intensitas sinar mataharinya sangat minimal dibandingkan pada eksterior.

Menilik dari faktor kesehatan dan lingkungan, pigmen yang mengandung logam berat seperti timbal (Pb) dan krom (Cr) sudah tidak boleh dipergunakan di sebagian besar negara maju.

 2. Zat pengikat (Binder)

Zat pengikat atau binder atau resin adalah bahan yang dipergunakan untuk menempelkan pigmen di permukaan suatu media. Jenis binder ini sangat beragam dengan sederet keunggulan dan keterbatasannya. Berikut ini adalah jenis-jenis binder yang biasa dipergunakan yaitu Acrylic, Alkyd, Vinyl, Epoxy dan Polyurethane. 

3. Zat tambahan (Aditif)

Zat tambahan atau aditif dipergunakan untuk meningkatkan penampilan, memudahkan penyimpanan dan pemakaian serta meningkatkan kualitas dari cat.

4. Zat pengencer (Tiner)

Zat pengencer atau tiner dipergunakan sebagai media untuk memudahkan aplikasi. Zat ini tidak mempengaruhi kualitas cat, tetapi pemakaian tiner yang salah akan menyebabkan kerusakan dari cat. Secara umum tiner ini dibedakan menjadi 2 bagian yaitu air dan minyak. Cat tembok yang berbasis acrylic biasanya menggunakan media air sebagai pengencer, sedangkan untuk cat yang berbasis alkyd, vinyl, epoxy dan polyurethane menggunakan minyak. Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, sudah ada beberapa produk yang tadinya menggunakan minyak sebagai pengencer beralih ke air sesuai dengan tuntutan kesehatan lingkungan.  

Untuk memastikan bahan pembuatan cat dan proses produksi cat telah berkualitas, salah satu parameter yang wajib untuk diuji pada cat yaitu kadar padatan total. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat persyaratan kadar padatan total untuk beberapa jenis cat.

Tabel 1. Persyaratan kadar padatan total pada cat

Jenis Cat

Syarat Mutu (Fraksi Massa, %)

Cat pelapis antibocor berbasis air

45 s.d 60

Pewarna Kayu

Min. 1,00

Cat semprot berbasis pelarut organik

Min. 14,00

Cat pemantul panas sinar matahari

Min. 35 (tipe-1; water based)

Min. 40 (tipe-2; solvent based)

Cat dekoratif berbasis pelarut organik

Min. 35

Cat dasar dan cat akhir berbahan resin alkid sebagai pelindung baja dari korosi

Min. 45 (cat dasar)

Min. 40 (cat akhir)

Cat akhir transparan untuk kayu

Min. 25

Cat sanding sealer berbasis air dan pelarut organik untuk kayu

Min. 25

Untuk mendapatkan kualitas cat seperti yang diharapkan oleh pelanggan, berbagai usaha harus diarahkan untuk mendapatkan kualitas hasil akhir dari setiap proses seoptimal mungkin. Setiap proses dimulai dari pembelian bahan baku, penyimpanan bahan baku, proses bahan baku menjadi bahan setengah jadi maupun produk jadi, penyimpanan bahan jadi dan pengiriman bahan jadi ke pelanggan harus dikontrol dengan jadwal, pengujian dan pelayanan yang memadai.

Beberapa pengujian harus dilakukan untuk meyakinkan bahwa:

  • Resin, pigment, extender, solvent dan aditif yang dibeli dan kemudian disimpan di dalam gudang sesuai spesifikasi, tidak terjadi salah barang, penyimpangan dan perubahan kualitasnya
  • Proses pembuatan pasta menghasilkan pasta yang stabil, tidak mudah mengulit, mengeras dan dengan dengan derajat kehalusan sesuai kebutuhan
  • Proses pembuatan cat menghasilkan cat dan film dengan kualitas seperti yang diharapkan

Pengujian kadar padatan total pada cat dilakukan untuk mengetahui kualitas cat yang menunjukkan bahwa cat memiliki campuran komponen yang tepat. Metode termogravimetri merupakan metode yang direkomendasikan oleh SNI untuk melakukan pengujian kadar padatan total pada cat yang mengacu pada ASTM D2369. Walaupun metode D2369 pada ASTM International yaitu metode termogravimetri dengan penggunaan oven telah banyak digunakan, namun ada alternatif penggunaan alat lainnya dengan metode termogravimetri juga yang dapat digunakan, yaitu dengan penggunaan moisture analyzer. Metode termogravimetri dengan penggunaan moisture analyzer dalam pengujian kadar padatan total dapat mempercepat waktu pengujian, meminimalisir kontaminasi pada sampel dikarenakan tidak menggunakan alat lainnya selain moisture analyzer, tingkat akurasi tinggi karena alat moisture analyzer akan menunjukkan hasil yang konsisten tanpa adanya variabel pengganggu atau dapat dikatakan hasil yang ditunjukkan bersifat objektif, dan hasil pengujian akan secara langsung ditunjukkan pada display alat tanpa dilakukan perhitungan secara manual. Penggunaan moisture analyzer dapat mengoptimalkan hasil pengujian dan mengefisienkan waktu pengujian yang dibutuhkan. Adapun contoh alat moisture analyzer yang dapat digunakan dalam pengujian kadar padatan terlarut dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Moisture Analyzer

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat moisture analyzer merupakan alat alternatif dalam metode termogravimetri yang menjanjikan dalam mengefisienkan dan mengoptimalkan pengujian kadar padatan total pada cat.

 

Referensi:

SNI 0465 Pengambilan contoh cat

SNI 8665:2018 Cat Pelapis Antibocor Berbasis Air

SNI 8406-3:2018 Pewarna Kayu

SNI 8406.5:2017 Cat sanding sealer berbasis air dan pelarut organik untuk kayu

SNI 8406.6:2017 Cat Akhir Transparan untuk Kayu

SNI 9068:2022 Cat Semprot Berbasis Pelarut Organik

SNI 9067:2022 Cat pemantul panas sinar matahari

ASTM D2369 Standard test method for volatile content of coatings

SNI 8011:2021 Cat Dekoratif berbasis pelarut organik

SNI 8882:2020 Cat dasar dan cat akhir berbahan resin alkid sebagai pelindung baja dari korosi

https://paintsconsulting.wordpress.com/2010/12/22/pengenalan-proses-pembuatan-cat/

https://indo-digital.com/pengujian-kontrol-kualitas-cat.html

Previous Article

ISE Meter : Solusi Efektif Untuk Monitoring Air dan Air Limbah

Monday, 09 December 2024
VIEW DETAILS

Next Article

Faktor Penentu Uji Minyak dan Lemak pada Air Limbah

Monday, 23 December 2024
VIEW DETAILS