
Chemical Oxygen Demand (COD) atau kebutuhan oksigen kimia adalah parameter penting dalam analisis kualitas air dan air limbah. COD menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi senyawa organik secara kimiawi menggunakan oksidator kuat. Pengujian ini banyak digunakan dalam pemantauan limbah industri, domestik, maupun pengolahan air karena hasilnya cepat dan representatif terhadap beban pencemar organik.
Sebelum air limbah dibuang ke badan air seperti drainase atau irigasi, sungai, air laut dan badan air lainnya, air limbah sebaiknya terlebih dahulu diolah dan diketahui nilai baku mutu nya apakah sesuai dengan standar baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Baku mutu parameter COD untuk air limbah industri mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2004. Untuk industri seperti industri semen yang mengelola air limbahnya sendiri, dapat mengacu pada Permen LH Nomor 11 Tahun 2025 memiliki baku mutu parameter COD yaitu:
Salah satu metode yang umum digunakan adalah metode refluks tertutup secara spektrofotometri sesuai dengan Standar Nasional Indonesia, SNI Nomor 6989 Bagian 2 Tahun 2019 yang diadopsi dari Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 23th Edition (2017), Methods 5220 D. Metode ini digunakan untuk pengujian COD dalam air dan air limbah menggunakan oksidator Cr2O73 dengan refluks tertutup dan diukur secara spektrofotometri. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 600 nm jika kisaran nilai COD adalah 100 mg/L sampai dengan 900 mg/L dan pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 420 nm jika nilai COD lebih kecil atau sama dengan 90 mg/L.
Dalam melakukan pengujian COD dibutuhkan alat dan bahan sebagai berikut
Pengujian COD dilakukan dengan cara sampel ditambahkan ke dalam tabung uji yang berisi reagen dan pada tabung reagen lainnya ditambahkan akuades sebagai larutan blanko dan dipanaskan pada suhu 150°C selama 2 jam dan setelah itu dibiarkan hingga mencapai suhu ruang kemudian diukur pada panjang gelombang tertentu dengan menggunakan spektrofotometer.
Pengujian COD secara spektrofotometri dapat dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer untuk pengukuran COD dapat menggunakan spektrofotometer portable ataupun spektrofotometer benchtop dan reagen uji COD dapat dibuat dengan megacu pada SNI. Namun untuk praktisnya, reagen uji COD yang dipacking dengan tabung uji sudah dijual secara komersil dengan range nilai COD yang variatif yaitu:
Contoh alat reaktor COD, spektofotometer portable, spektrofotometer benchtop dan reagen COD yang digunakan dalam pengujian COD air limbah dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Metode uji COD dengan refluks tertutup secara spektrofotometri merupakan metode yang efisien, akurat, dan aman untuk menentukan kadar bahan organik dalam air dan air limbah. Dengan prinsip oksidasi oleh dikromat dan pembacaan perubahan warna menggunakan spektrofotometer, metode ini menjadi standar yang luas digunakan di berbagai laboratorium pengujian kualitas air.
Referensi:
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/ Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Air Limbah Domestik.
SNI Nomor 6989 Bagian 2 Tahun 2019 Air dan air limbah – Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand/COD) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri
Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 23th Edition (2017), Methods 5220 D