Sumber Aneka Karya Abadi - Your trusted partner for laboratory instrument

Search

( ! ) Notice: Trying to access array offset on value of type null in /home2/sakaka/public_html/web/news-detail.php on line 100
Call Stack
#TimeMemoryFunctionLocation
10.0001364192{main}( ).../news-detail.php:0
Cara Uji Baku Mutu Air Limbah Industri Cat

Cara Uji Baku Mutu Air Limbah Industri Cat

Tuesday, 14 January 2025

Biochemical Oxygen Demand (BOD), Padatan tersuspensi total (Total Suspended Solid/TSS), Merkuri (Hg), Seng (Zn), Timbal (Pb), Tembaga (Cu), Krom Heksavalen (Cr+6), Titanium (Ti), Kadmium (Cd), Fenol, Minyak dan Lemak, dan pH merupakan parameter-parameter baku mutu air limbah industri cat yang wajib untuk diketahui nilai nya sebelum dibuang ke badan air lingkungan seperti air sungai dan/atau air laut. Batas maksimum nilai setiap parameter tadi diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Parameter BOD dapat diuji dengan menggunakan metode dilusi yang nantinya akan diukur dengan menggunakan DO meter dan elektroda DO yang dilengkapi dengan stirrer. Sedangkan untuk parameter pH diukur dengan menggunakan pH meter dan elektroda pH. Selain itu juga parameter lainnya dapat menggunakan spektrofotometer portable yang diuji secara langsung di lapangan atau menggunakan spektrofotometer benchtop untuk pengujian di laboratorium. Metode pengujian air limbah industri cat dapat mengacu pada Standar Nasional Indonesia Nomor 6989 yang disesuaikan dengan parameter uji yang akan diuji. Bagaimana caranya? Artikel ini akan mengulas cara pengujian baku mutu air limbah industri yang dapat memudahkan analis dalam melakukan pengujian.

 

Uji Baku Mutu Air Limbah Industri Cat

Baku mutu air limbah industri mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 yang ditampilkan pada Tabel 1 di bawah ini.

Tabel 1. Baku Mutu Air Limbah Industri Cat

Parameter

Kadar Paling Tinggi (mg/L)

BOD5

80

TSS

50

Merkuri (Hg)

0,01

Timbal (Pb)

0,30

Seng (Zn)

1,0

Tembaga (Cu)

0,80

Krom Heksavalen (Cr+6)

0,20

Titanium (Ti)

0,40

Kadmium (Cd)

0,08

Fenol

0,20

Minyak dan Lemak

10

pH

6,0 – 9,0

 

Parameter-parameter yang ditampilkan pada Tabel 1 merupakan parameter wajib uji untuk limbah industri cat sebelum dibuang ke badan air lingkungan. Bagaimana cara pengujiannya?

Parameter BOD, pengujian dilakukan dengan menggunakan metode dilusi yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Indonesia dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 6989 Bagian 72, SNI ini juga menggunakan referensi dari metode standar internasional yaitu Standar Methods for the Examination of Water and Wastewater 21th edition, tahun 2005 sebagai acuannya. Adapun prinsip kerja metode dilusi ini adalah sejumlah sampel uji yang ditambahkan ke dalam pengencer jenuh oksigen yang telah ditambah larutan nutrisi dan bibit mikroba, kemudian diinkubasi dalam inkubator BOD pada suhu 20°C selama lima hari. Setelah itu nilai BOD diukur dengan menggunakan DO meter dan elektroda DO yang dilengkapi stirrer pada hari ke-0 (nol) dan hari ke-5 (lima) dan nilai BOD didapatkan berdasarkan selisih konsentrasi oksigen terlarutnya. Contoh rangkaian DO meter dan elektroda DO yang dilengkapi stirrer untuk pengukuran BOD dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Meter dan elektroda DO untuk pengukuran BOD

Parameter pH, untuk mengukurnya biasanya dibutuhkan alat pH meter dan elektroda pH. Pada prinsipnya, nilai pH yang terukur berasal dari interaksi antara ion hidrogen (H+) yang ada pada sampel dan ion hidrogen terdapat pada bagian balb. Potensial dari interaksi ini akan dibaca oleh elektroda uji dan dibandingkan dengan potensial pada elektroda referensi. Dalam hal ini, semakin banyak interaksi yang terjadi maka nilai potensial akan semakin besar dan nilai pH akan semakin kecil. Pengujian pH air limbah dengan menggunakan pH meter dan elektroda pH dapat mengacu pada SNI nomor 6989 Bagian 11. Contoh pH meter dan elektroda pH dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Meter dan elektroda pH

Parameter Total Suspended Solid (TSS), Merkuri (Hg), Timbal (Pb), Seng (zn), Tembaga (Cu), Krom (Cr6+) Heksavalen, Titanium (Ti), Kadmium (Cd) dan Fenol pada air limbah industri cat diuji dengan metode spektrofotometri. Metode spektrofotometri adalah metode pengukuran kuantitatif dalam kimia analisis terhadap sifat refleksi atau transmisi cahaya suatu materi sebagai fungsi dari panjang gelombang. Sedangkan spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu objek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang diserap sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.

Prosedur umum pengujian parameter dengan spektrofotometer adalah sebagai berikut:

Pengujian air limbah industri cat dengan menggunakan metode spektrofotometri dapat dilakukan secara in situ atau secara langsung di lapangan yaitu dengan menggunakan spektrofotometer portable atau pengujian dapat dilakukan di laboratorium dengan menggunakan spektrofotometer benchtop. Contoh spektrofotometer portable dan spektrofotometer benchtop dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3.  Spektrofotometer Portable dan spektrofotometer benchtop
 

Dari penjabaran diatas dapat dirangkum bahwa pengujian air limbah industri cat membutuhkan alat uji yaitu DO meter dan elektroda meter, pH meter dan elektroda pH, dan spektrofotometer.

 

Referensi:

American Public Health Association (APHA). 2005. Standar Methods for the Examination of Water and Wastewater 21th edition.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 Tentan Baku Mutu Air Limbah

Standar Nasional Indonesia Nomor 6989.72-2009 Cara Uji Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand/BOD)

Standar Nasional Indonesia Nomor 6989.11-2004 Cara Uji Derajat Keasaman (pH) dengan menggunakan alat PH meter

Standar Nasional Indonesia Nomor 06-6989.21-2004  Cara Uji Kadar Fenol secara Spektrofotometri

Standar Nasional Indonesia Nomor 6989

Previous Article

Monitoring Nilai Silika pada Air Umpan Boiler (Boiler Feedwater) dan Air Boiler (Boiler Water)

Tuesday, 07 January 2025
VIEW DETAILS

Next Article

Total Suspended Solids (TSS) pada Air Limbah

Monday, 20 January 2025
VIEW DETAILS